WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR - Tiga penyanyi legendaris Indonesia hadir sekaligus menghangatkan Kota Bogor, Jawa Barat, yang sedang diguyur hujan deras, Sabtu (20/6/2026) malam.
Tiga penyanyi gaek itu adalah Mus Mujiono (71), Ermy Kullit (71) dan Deddy Dhukun (66).
Mereka tampil bersama di panggung Buitenjazz Meet The Legends yang digelar di Grand Ballroom, Puri Begawan, Jalan Pajajaran, Kota Bogor.
Saat Bogor sedang diguyur hujan deras di akhir pekan, mereka tetap tampil enerjik di usia yang tidak lagi muda hingga mengajak penontonnya bernostalgia.
Baca juga: Jazz Goes To Campus Hadirkan The City Series, Paduan Talkshow dan Konser di Taman Ismail Marzuki
Ermy Kullit, Deddy Dhukun dan Mus Mujiono bergantian mengajak penontonnya seolah kembali ke masa lalu dan nostalgia sambil menyanyikan lagu-lagu hits mereka.
Di panggung Buitenjazz Meet The Legends, Deddy Dhukun menyanyikan Sakura yang pernah dilantunkan Rossa, Aku Ini Punya Siapa (1987) dan Melayang (1986) yang dipopulerkan January Christy.
Deddy Dhukun juga mengajak penonton menyanyikan Oh Ya milik K3S yang diciptakan Dian Pramana Putra, Deddy Dhukun dan Bagoes AA pada tahun 1987, serta Masih Ada yang dipopulerkan grup Warna.
Sedangkan Mus Mujiono mengajak penonton Buitenjazz Meet The Legends kembali ke masa jayanya saat menyanyikan kembali Ke Puncak Asmara ciptaannya yang dipopulerkan Utha Likumahuwa (1988).
Baca juga: Indra Lesmana Kritik Festival Jazz di Indonesia, Sesatkan Penonton dan Kikis Visibilitas Seniman
Mus Mujiono juga menghadirkan Mesra ciptaannya sendiri pada 1989 dan menjadi lagu unggulan di album Indonesia Sepuluh.
Semua penonton larut bersama Mus Mujiono, yang selama tampil selalu memainkan gitarnya.
Mus Musjiono juga menyanyikan Nothing's Gonna Change My Love for You milik George Benson hingga lagu Arti Kehidupan yang diciptakannya pada tahun 1988.
Mus Mujiono yang pernah tergabung di band Funk Section bareng almarhum Glenn Fredly ini juga menyanyikan lagunya Senja Merah dari album Journey (2020) hingga hits Tanda-Tanda (1988).
Baca juga: Ciptakan Harmoni Budaya dan Alam, Ngayogjazz 2024 Satukan Musik Jazz dan Kearifan Lokal
Sebelum berpisah setelah dua jam tampil bergantian, Ermy Kullit, Mus Musjiono dan Deddy Dhukun tampil bersama melantunkan Keraguan milik 2D.
"Kalau nyanyi nggak bener, bisa dikulitin sama Ermy," kata Mus Mujiono sembari tertawa.
"Bisa juga kalau nyanyikan nggak bener, aku bisa didukunin sama Deddy," sambung Ermy Kullit diiringi tawa penonton.
Ketiga penyanyi legendaris Indonesia itu mengakhiri aksi panggungnya dengan menyanyikan lagu Esok Kan Masih Ada milik Utha Likumahuwa dan sering dinyanyikan ulang mendiang Glenn Fredly, serta Bohong milik K3S (1987).
Karya-karya Abadi
Penggagas Buitenjazz, Nanang Yuswanto, mengatakan, karya-karya tiga penyanyi legendaris itu abadi yang telah menjadi bagian dari perjalanan musik lintas generasi.
Melalui tema 'An Intimate Jazz Rendezvous', Buitenjazz Meet The Legends menghadirkan pengalaman musik yang intim dan berkesan saat karya-karya abadi para legenda dipersembahkan dalam atmosfer yang elegan.
"Buitenjazz menjadi ruang temu bagi para penikmat jazz lintas generasi dalam merayakan perjalanan, karya dan warisan para legenda hidup yang telah memberi warna pada lanskap musik jazz di Indonesia," kata Nanang.
Dengan pendekatan kuratorial yang khas, setiap maestro akan dihadirkan dalam konsep pertunjukan yang berbeda, menciptakan tiga pengalaman artistik dalam satu panggung yang sama.
Baca juga: Konser BTS di Jakarta Ditambah Menjadi 3 Hari, Bukti Jakarta Dipercaya sebagai Tuan Rumah Even Dunia
Keseluruhan pertunjukan dirangkai dalam alur yang intim dan elegan, sebelum bermuara pada kolaborasi istimewa yang hanya dapat disaksikan di Buitenjazz Meet The Legends, dan tidak mudah terulang.
Atmosfer panggung akan dikemas dengan pendekatan artistik bergaya jazz club retro-elegan yang intim, berpadu dengan estetika pertunjukan modern yang sophisticated.
Pengalaman multisensori dihadirkan melalui perpaduan tata cahaya, visual dan special effects terkurasi, serta atmospheric treatment untuk memperkuat pengalaman emosional penonton.