Piala Dunia FIFA 2026: 'Rasanya seperti momen yang melingkar penuh', Alex Freeman tentang terobosan bersejarahnya
Aurora Nightingale June 21, 2026 03:58 AM

Alex Freeman yang tampak emosional menggambarkan gol pertamanya di Piala Dunia sebagai sebuah "momen yang tak terlupakan" setelah sang bek membawa Amerika Serikat meraih kemenangan meyakinkan 2-0 atas Australia, sekaligus memastikan posisi teratas di Grup D pada Sabtu.

Pemain sayap belakang Villarreal berusia 21 tahun itu sempat mengira momen impiannya di Stadion Seattle telah sirna ketika asisten wasit mengangkat bendera offside pada babak kedua. Namun, pemeriksaan VAR yang cepat membatalkan keputusan tersebut, memicu kegembiraan luar biasa di tribun penonton dan di bangku cadangan tim tuan rumah.

"Itu adalah momen yang sangat emosional. Cristian Roldan dan para pemain di bangku cadangan menyuruh saya merayakannya di pojok lapangan itu," ujar Freeman dengan penuh semangat seusai pertandingan. "Momen ini membuktikan betapa kerasnya saya bekerja untuk sampai ke titik ini, menyanyikan lagu kebangsaan di depan penonton yang luar biasa."

Freeman dengan cepat muncul sebagai senjata mematikan dalam skuad asuhan Mauricio Pochettino yang sedang menanjak. Setelah sebelumnya memberikan assist pada kemenangan 4-1 Amerika Serikat atas Paraguay di laga pembuka, golnya ke gawang Socceroos melengkapi pekan yang sensasional bagi sang pemain muda.

Talenta muda ini juga berbicara tentang garis keturunannya di dunia olahraga, memberikan penghormatan kepada ayahnya, Antonio Freeman, legenda NFL dan juara Super Bowl XXXI bersama Green Bay Packers.

"Rasanya seperti momen yang melingkar penuh bagi keluarga saya. Memiliki seorang ayah yang telah meraih begitu banyak prestasi dan membimbing saya selama ini sungguh luar biasa. Dia selalu mengajarkan saya untuk siap tampil di panggung besar dan menulis kisah saya sendiri," tambah Freeman.

Pelatih kepala Amerika Serikat, Pochettino, juga melontarkan pujian tinggi untuk bintang yang sedang naik daun tersebut, menandainya sebagai calon pemain kelas dunia. "Dia berkembang pesat. Dia adalah anak yang rendah hati dan selalu ingin belajar. Dia memiliki potensi mentah untuk menjadi salah satu yang terbaik di dunia di posisinya," ujar pelatih asal Argentina itu.

Sementara tim nasional Amerika Serikat melaju ke babak 32 besar sebagai juara grup, Freeman mengingatkan agar tim tidak terlena menjelang laga terakhir grup yang sudah tidak menentukan melawan Türkiye di Los Angeles pada 27 Juni. "Semangat kami sedang tinggi dan ada sesuatu yang istimewa di udara. Namun, kami tidak boleh berpuas diri jika ingin menghadapi tantangan yang lebih besar di depan," tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.