JANGAN LEWATKAN SEDETIK PUN DARI PIALA DUNIA
Terungkap: Tiga perubahan yang akan dilakukan Prancis melawan Irak saat Bradley Barcola mendapat kesempatan besar di Piala Dunia
Didier Deschamps dikabarkan siap melakukan tiga perubahan dalam susunan pemain utamanya untuk pertandingan grup Piala Dunia berikutnya yang akan dimainkan oleh tim nasional Prancis. Pelatih tersebut tampaknya akan memberikan kesempatan kepada pemain sayap Paris Saint-Germain, Bradley Barcola, untuk tampil sebagai starter pertamanya di ajang Piala Dunia, dengan harapan menambah energi di lini serang setelah Desire Doue tampil kurang meyakinkan pada babak pertama melawan Senegal.
Deschamps melakukan perombakan susunan pemain
Les Bleus membuka kampanye babak penyisihan grup mereka dengan kemenangan 3-1 atas Senegal di Philadelphia, yang dipimpin oleh dua gol klinis dari sang kapten, Kylian Mbappe. Namun, meskipun berhasil meraih tiga poin, performa ofensif Prancis pada babak pertama mendapat kritik tajam dari media karena terlihat kurang mengalir. Untuk memperbaiki masalah struktural tersebut, laporan dari media Prancis L’Equipe menyebutkan bahwa staf pelatih siap mencadangkan pemain sayap Desire Doue dan menurunkan Barcola yang dikenal dengan gaya menyerang langsungnya.
Media mengungkap perubahan dalam susunan pemain
Perubahan taktik ini dirancang untuk menyegarkan lini depan setelah babak pertama yang berjalan statis pada pertandingan sebelumnya. Pada laga tersebut, Prancis hanya mencatat satu tembakan di babak pertama—jumlah terendah mereka dalam pertandingan penyisihan grup Piala Dunia sejak tahun 1966.
Untuk menambah daya kreasi, tim pelatih berencana menempatkan Olise sebagai pemain nomor sepuluh sejak awal, sambil memindahkan Ousmane Dembele ke posisi sayap kanan yang merupakan posisi alaminya. Di lini belakang, pemain Aston Villa, Lucas Digne, diperkirakan kuat akan menggantikan Theo Hernandez di posisi bek kiri, sementara gelandang AS Roma, Manu Kone, akan masuk ke lini tengah untuk berduet dengan Adrien Rabiot.
Catatan performa menguntungkan tim Eropa
Perubahan yang akan dilakukan ini menegaskan kedalaman skuad luar biasa yang dimiliki Deschamps, saat timnya berupaya mempertahankan produktivitas mencetak gol yang tinggi. Juara Piala Dunia 2018 tersebut telah mencetak gol dalam 14 pertandingan internasional berturut-turut di semua kompetisi—sebuah catatan impresif yang dimulai sejak Maret 2025. Konsistensi serangan ini sangat kontras dengan masalah pertahanan Irak yang sedang berlangsung, setelah mereka menelan kekalahan telak 4-1 dari Norwegia pada laga pembuka.
Langkah menuju babak gugur semakin dekat
Prancis akan bertandang ke Stadion Philadelphia dengan tujuan mengamankan tiket lebih awal ke babak 32 besar melalui kemenangan kedua berturut-turut. Menghadapi tim Irak yang saat ini tengah menjalani tiga laga tanpa kemenangan, pasukan Deschamps menjadi favorit kuat untuk mempertahankan posisi puncak grup. Dengan laga terakhir grup melawan Norwegia menanti, penerapan perubahan taktik ini dengan mulus akan menjadi faktor penting bagi raksasa Eropa tersebut.
Sejauh mana Prancis akan melangkah di Piala Dunia?