TRIBUNNEWS.COM - Perjalanan Timnas Brasil di Piala Dunia 2026 langsung mendapatkan hantaman besar meski masih berada di fase grup.
Brasil disebut tak akan bisa memainkan lagi pemain depan andalannya, Raphinha, di sisa pertandingan Piala Dunia 2026.
Menurut laporan Diari ARA, Raphinha mengalami cedera baru di bagian paha sebelah kanannya.
Meski sama-sama jenis cederanya adalah cedera otot, tetapi masalah yang ia dapatkan di laga melawan Haiti menjadi berbeda.
Cedera ini menambah parah kondisi paha kanannya yang memang sudah bermasalah ketika dirinya masih membela Barcelona di level klub.
Hantaman di area otot tersebut membuat dirinya semakin sulit pulih dalam waktu cepat.
Kehilangan Raphinha jelas menjadi pukulan besar bagi Brasil.
Apalagi Tim Samba harus bisa menjawab status unggulan yang mereka sandang di Grup C ini.
"Brasil bersama Maroko sangat diunggulkan di grup C ini. Sementara Haiti bisa dibilang hanya tim hore," kata Bayu Ajianto, seorang football enthusiast, saat berbincang dalam podcast Super Taktik di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Dalam laga yang berakhir dengan skor 3-0 untuk Brasil atas Haiti, Raphinha sejatinya tampil cukup menjanjikan sejak awal pertandingan.
Pemain berusia 29 tahun itu bahkan sempat mengira dirinya membuka keunggulan Brasil lebih dulu, sebelum gol tersebut dianulir karena posisi offside yang sangat tipis.
Tak berhenti di situ, Raphinha kembali menunjukkan ancaman dengan percobaan tendangan keras yang nyaris berbuah gol.
Bola sempat melewati kiper Haiti, namun sayangnya masih melebar tipis dari gawang.
Namun, petaka terjadi pada menit ke-40 ketika Raphinha mengalami masalah otot dan tampak kesakitan di lapangan.
Setelah berdiskusi singkat dengan tim medis, ia akhirnya dipastikan tidak dapat melanjutkan pertandingan.
Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, kemudian memasukkan Rayan sebagai pengganti.
Baca juga: Cara Balas Dendam Terbaik Belanda, Swedia Dibungkam Telak 5-1 di Piala Dunia 2026
Raphinha pun terlihat kecewa saat meninggalkan lapangan, menandakan bahwa cedera yang dialaminya cukup serius.
Dengan demikian, Brasil akan berjuang keluar dari Grup C untuk lolos ke babak berikutnya tanpa Raphinha.
Padahal Tim Samba masih harus menjalani satu pertandingan penting terakhir di fase ini.
Mereka akan menghadapi Skotlandia yang juga masih memiliki peluang lolos.
Masih ada Brasil, Maroko, dan Skotlandia yang berebut tiket kelolosan yang sama.
Jalan Maroko barangkali menjadi yang paling enteng di fase terakhir.
Mereka hanya akan menghadapi Haiti yang sudah dipastikan tak akan bisa melangkah ke babak selanjutnya.
Jika tak ada kejutan berarti, Maroko akan bisa melenggang dengan membawa tiga poin dari pertandingan tersebut.
Brasil dan Skotlandia mau tak mau harus saling tikam untuk memastikan tak hanya membawa satu poin saja dari duel mereka tersebut.
Hal itu akan mempersulit langkah mereka lolos ke babak 32 besar dengan salah satunya akan mengandalkan dari jalan peringkat ketiga terbaik.
(Tribunnews.com/Guruh)