Jadi Korban Pertama Peraturan Baru FIFA, Bintang Paraguay Terancam Larangan 10 Laga
Ade Jayadireja June 21, 2026 06:33 AM

STU FORSTER/AFP
Miguel Almiron diganjar kartun merah dalam laga Paraguay vs Turki pada fase grup Piala Dunia 2026.

BOLASPORT.COM - Bintang Timnas Paraguay, Miguel Almiron, terancam hukuman berat setelah mendapat kartu merah dalam laga kontra Timnas Turki.

Timnas Paraguay susah payah memetik tiga poin saat menantang Timnas Turki pada laga kedua penyisihan grup Piala Dunia 2026.

Mentas di Levi's Stadium, Sabtu (20/6/2026) pagi WIB, mereka menuai skor tipis 1-0.

Kemenangan Paraguay ditentukan oleh gol tunggal Matias Galarza.

Namun, hasil penting Paraguay dinodai oleh sebuah insiden.

Menjelang babak pertama berakhir, Miguel Almiron menerima kartu merah langsung setelah menutup mulutnya menggunakan tangan saat berdebat dengan Mert Muldur.

Wasit Ivan Barton lebih dulu mendapat peringatan dari petugas VAR sebelum mengambil keputusan tegas.

Sang gelandang Paraguay menjadi korban perdana dari peraturan baru FIFA

Berdasarkan regulasi baru dari badan sepak bola dunia, seorang pemain harus diganjar kartu merah jika menutupi mulutnya menggunakan tangan, lengan, atau jersey ketika berkonfrontasi dengan pemain lawan

Lalu apa hukuman buat Almiron?

Dia dipastikan absen dalam partai terakhir grup melawan Australia akibat kartu merah.

Namun, hukuman bisa bertambah dan tergantung kepada hasil investigasi.

Kode Disiplin FIFA menyatakan hukuman minimal 10 pertandingan untuk insiden rasisme.

"Setiap orang yang menyerang martabat atau integritas suatu negara, seseorang, atau sekelompok orang dengan menggunakan kata-kata atau tindakan yang merendahkan, diskriminatif, atau menyinggung berdasarkan ras, warna kulit, etnis, asal kebangsaan atau sosial, jenis kelamin, disabilitas, orientasi seksual, bahasa, agama, pendapat politik atau lainnya, kekuatan ekonomi, tempat kelahiran, atau status atau alasan lainnya akan dikenai sanksi berupa larangan bermain minimal 10 pertandingan atau jangka waktu tertentu, atau dengan tindakan disiplin lain yang sesuai," demikian bunyinya.

Akan tetapi, jika pemain mengakui pelanggaran tersebut, hukumannya dikurangi setengah.

"Tindakan diskriminatif dilakukan oleh pemain atau ofisial yang kemudian mengakui tindakan pelanggaran. Dalam hal ini, atas kebijakan badan peradilan, hingga setengah dari sanksi dapat diringankan untuk inisiatif pendidikan, komunikasi, dan pelatihan yang harus disetujui oleh FIFA," isi Kode Disiplin FIFA.

Aturan baru ini dibuat menyusul serangan verbal  Gianluca Prestianni terhadap Vinicius Junior dalam ajang Liga Champions 2025-2026.

Si pemain Benfica menutupi mulut dengan seragamnya ketika menyerang sang winger Real Madrid.

Sebagai konsekuensinya, Prestianni diskors selama enam partai setelah terbukti melakukan penghinaan homofobik, bukan rasis.

Tiga dari pertandingan tersebut ditangguhkan dan dikenakan masa percobaan dua tahun, dan Prestianni sudah menjalani hukuman satu laga.

FIFA pun bergerak cepat membentuk peraturan baru agar kejadian serupa tidak berulang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.