TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Kapolsek Ciamis, Kompol Alan Dahlan, terlibat langsung dalam kegiatan tanam jagung bersama petani yang berlangsung di Dusun Karangkendal, Desa Pusakanagara, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program penanaman jagung serentak yang dilaksanakan sebagai upaya mendukung target swasembada pangan nasional.
Pelaksanaan program itu tidak hanya melibatkan jajaran kepolisian. Perangkat desa, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta anggota Kelompok Tani Karanglayung juga ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Penanaman dilakukan di lahan milik Kelompok Tani Karanglayung seluas 0,4 hektare yang dipimpin Komaludin. Pada areal tersebut, petani menanam sekitar 15 kilogram benih jagung hibrida.
Sebagai penunjang budidaya, sebanyak kurang lebih 200 kilogram pupuk juga telah dipersiapkan untuk digunakan selama masa pertumbuhan tanaman hingga panen.
Kapolsek Ciamis Kompol Alan Dahlan menyampaikan kehadiran Polri dalam kegiatan itu merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Ia menilai sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan bahan pangan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Kami ingin hadir dan ikut mendorong masyarakat agar semakin semangat memanfaatkan lahan produktif untuk pertanian," katanya.
Alan menambahkan, kerja sama yang terjalin antara kepolisian, pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan kelompok tani menjadi faktor penting dalam upaya meningkatkan hasil produksi pertanian di wilayah tersebut.
Sementara itu, pendampingan budidaya jagung dilakukan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan Desa Pusakanagara, Anton Wisata. Pendampingan tersebut bertujuan memastikan seluruh tahapan, mulai dari penanaman hingga masa panen, dapat berjalan secara optimal.
Melalui kegiatan ini, hasil panen yang diperoleh nantinya diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan produksi jagung di Kabupaten Ciamis sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.
Program tersebut mendapat respons positif dari petani setempat. Mereka menilai keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan itu menjadi dorongan tersendiri bagi kelompok tani untuk terus meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
Selain memperkuat ketahanan pangan, kolaborasi antarpihak tersebut juga diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan petani sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat di kawasan perdesaan.