TRIBUNJOGJA.COM - Gunung Merapi di wilayah DIY - Jateng dilaporkan mengalami 31 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-25 mm dan lama gempa 38.42-189.8 detik, Minggu (21/6/2026).
Para periode yang sama, antara dini hari hingga pagi, juga dilaporkan terjadi 20 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-29 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 23.17-54.11 detik.
Dilaporkan pada Minggu 21 Juni 2026, hasil pengamatan periode 00:00 - 06:00 WIB menunjukkan secara visual
Gunung Merapi terlihat jelas.
Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 50 meter dari puncak. Cuaca cerah, angin tenang ke arah selatan.
Menurut laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, teramati 5 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 2000 meter.
Adapun secara klimatologi, dilaporkan kondisi cuaca cerah, angin tenang ke arah selatan. Suhu udara sekitar 16.2-20°C. Kelembaban 88-95.6 persen. Tekanan udara 874.6-918 mmHg.
Berdasarkan kondisi terkini Gunung Merapi yang terletak di Kab\Kota Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, ini otoritas terkait memberikan peringatan bahwa potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Masyarakat diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.