Buka Munas-Konbes 2026, Gus Yahya Ungkap Dawuh Kiai Sepuh Usulkan Muktamar NU di Lirboyo
Sudarma Adi June 21, 2026 09:32 AM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Madchan Jazuli

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI – Jalannya upacara pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 langsung memunculkan kejutan strategis.

Di hadapan ratusan ulama delegasi, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Kiai Haji Yahya Cholil Staquf, membocorkan adanya amanat rahasia dari salah satu kiai sepuh penentu kebijakan di internal organisasi berlambang jagat tersebut.

Bertempat di Aula Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu (20/6/2026) malam, pria yang akrab disapa Gus Yahya ini mengungkapkan bahwa dirinya mengemban titipan pesan khusus dari Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, KH Nurul Huda Jazuli.

Pesan substansial tersebut berisi sebuah usulan konkret agar hajat akbar tertinggi warga nahdliyin, yakni Muktamar NU 2026, dapat diselenggarakan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri.

Baca juga: Menuju Muktamar, Munas-Konbes NU 2026 Jadi Ruang Rembuk Akhir PBNU Bahas Isu Global

Menurut penjelasan Gus Yahya, Kiai Nurul Huda Jazuli menginstruksikan agar pelaksanaan Muktamar mendatang wajib dikembalikan khitahnya ke dalam lingkungan pesantren yang terbukti memiliki keterikatan historis yang kuat serta memancarkan fungsi spiritual yang mendalam bagi jam'iyah Nahdlatul Ulama.

"Katakan sampean harus menyampaikan usulan untuk tempat muktamar di pondok pesantren yang memiliki akar sejarah dan punya peran sebagai fungsi spiritual di lingkungan NU," ujar Gus Yahya menirukan kalimat perintah (dawuh) dari Kiai Nurul Huda saat berbicara kepada awak media.

Mandat Sowan Dua Setengah Bulan Lalu

Gus Yahya menceritakan secara detail bahwa titipan mandat tersebut tidak muncul secara mendadak. Perintah itu ia dengar dan catat langsung dari lisan sang kiai sepuh ketika dirinya tengah melakukan kunjungan silaturahmi (sowan) ke kediaman Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso tersebut sekitar dua setengah bulan yang lalu.

"Beliau memerintahkan hal itu langsung kepada saya, dan menurut beliau yang paling tepat dan representatif untuk memenuhi kriteria pelaksanaan itu adalah Lirboyo. Itu beliau katakan ketika saya sowan ke kediaman beliau," imbuh mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) tersebut.

Mengingat besarnya nilai dari instruksi tersebut, Gus Yahya mengaku tidak ingin menunda-nunda dan langsung mempublikasikan usulan nama Pondok Pesantren Lirboyo ke khalayak luas sebagai salah satu kandidat terkuat pelaksana Muktamar mendatang.

Penentuan Akhir Digodok di Sidang Pleno Munas-Konbes

Kendati nama Pondok Pesantren Lirboyo Kediri mencuat ke permukaan dan mendapatkan sokongan moral dari kiai sepuh, Gus Yahya menegaskan bahwa PBNU tetap akan menghormati mekanisme administratif organisasi yang berlaku.

Baca juga: Pesan Gus Yahya dalam Munas-Konbes NU 2026, Ajak Nahdliyin Jaga Persatuan & Hindari Pertentangan

Penentuan lokasi definitif untuk pelaksanaan Muktamar NU 2026 masih harus melewati mekanisme pembahasan formal, penyamaan persepsi, serta penggodokan di dalam forum sidang-sidang komisi pada Munas dan Konbes NU yang sedang berjalan saat ini.

"Nah, untuk keputusannya, nanti kita lihat bersama-sama bagaimana dinamika diskusi di dalam forum Munas-Konbes ini dan apa kesimpulan akhir yang disepakati oleh para masyayikh serta peserta forum," tutup Gus Yahya menyudahi keterangannya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.