TRIBUN-TIMUR.COM, TAKALAR - Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye memimpin aksi bersih-bersih kawasan wisata Pulau Sanrobengi, Minggu (21/6/2026).
Hal itu sebagai komitmen Firdaus Daeng Manye mendorong pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Takalar.
Dalam kegiatan tersebut, Daeng Manye membawa puluhan pasukan oranye dari Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Kabupaten Takalar untuk melakukan penataan dan pembersihan kawasan pulau.
Ia didampingi Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Takalar Irwan Rachman dan Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Darwis.
Juga Kepala Dinas PUPRPKP Budiar Rosal Saleh, mantan Plt Kadis DLHP Syafaruddin, Camat Galesong Muh Ikhsan Larigau, serta sejumlah personel TNI Angkatan Laut.
Pulau Sanrobengi merupakan salah satu destinasi wisata bahari yang berada di Desa Boddia, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Pulau kecil dengan luas sekitar 3,04 hektare itu termasuk dalam gugusan Kepulauan Spermonde dan menjadi salah satu dari tujuh wisata unggulan Kabupaten Takalar.
Lokasinya berada sekitar 20 kilometer dari pusat Kota Takalar kearah barat laut dan dapat dijangkau menggunakan perahu dalam waktu kurang lebih lima menit dari Dermaga Boddia.
Daeng Manye tampak mengenakan kaos berkerah berwarna biru navy, topi, dan kacamata saat memimpin kegiatan tersebut.
Setibanya di lokasi, Daeng Manye terlebih dahulu briefing kepada pasukan oranye yang telah bersiap di kawasan pantai Pulau Sanrobengi.
Dalam arahannya, ia memberikan motivasi sekaligus menegaskan pentingnya menjaga kebersihan kawasan wisata sebagai wajah daerah di mata pengunjung.
Para kepala OPD dan pejabat yang hadir tampak mengelilingi bupati dari sisi belakang hingga samping saat pengarahan berlangsung.
Usai briefing, pasukan oranye yang mengenakan rompi bertuliskan "Pelopor" langsung bergerak menyisir kawasan pantai.
Mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok kerja untuk mempercepat proses pembersihan di seluruh area pulau.
Kelompok petugas bergerak dari sisi timur pulau menuju bagian barat sambil mengumpulkan berbagai jenis sampah yang ditemukan di sepanjang garis pantai.
Sampah plastik menjadi salah satu jenis sampah yang paling banyak ditemukan selama kegiatan berlangsung.
Selain itu, petugas juga mengumpulkan ranting kayu, potongan bambu, dan berbagai sampah kiriman lainnya yang terbawa arus laut.
Kegiatan tersebut berlangsung dengan semangat gotong royong yang melibatkan unsur pemerintah daerah, petugas kebersihan, serta aparat keamanan.
Daeng Manye terlihat beberapa kali berinteraksi dengan petugas kebersihan dan memastikan proses pembersihan berjalan maksimal.
Menurutnya, kebersihan kawasan wisata menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya tarik kunjungan wisatawan.
"Kita ingin Pulau Sanrobengi menjadi destinasi wisata yang bersih, nyaman, dan membanggakan masyarakat Takalar," kata Daeng Manye.
"Karena itu, penataan kawasan harus dimulai dari kebersihan lingkungan yang terjaga secara berkelanjutan," jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mendorong langkah-langkah nyata untuk mengembangkan potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Takalar.
Daeng Manye juga berharap seluruh elemen masyarakat dapat ikut berperan menjaga kebersihan kawasan pesisir dan pulau-pulau wisata.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Takalar, Irwan Rachman, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan.
"Pulau Sanrobengi memiliki potensi yang sangat besar. Karena itu, pengelolaan kebersihan dan kelestarian lingkungan harus menjadi tanggung jawab bersama agar manfaat ekonominya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang," ujar Irwan.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, Daeng Manye bersama jajaran pejabat, pasukan oranye, dan unsur TNI Angkatan Laut melakukan foto bersama di kawasan Pulau Sanrobengi.
Foto bersama tersebut menjadi penutup kegiatan sekaligus simbol kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung pengembangan pariwisata dan pelestarian lingkungan di Kabupaten Takalar. (*)