Dishub Minta Maaf usai Angkut Motor Driver Ojol yang Parkir di Trotoar, Bakal Evaluasi Penertiban
Rusaidah June 21, 2026 11:24 AM

 

BANGKAPOS.COM -- Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta Timur mengangkut sepeda motor milik seorang driver ojek online (ojol) Sulis Agung Wibowo.

Video dramatis saat petugas Dishub mengangkut sepeda motor Sulis viral di media sosial dan sukses menuai empati.

Dalam video yang beredar, Sulis berteriak kepada petugas Dishub sambil membawa bungkusan makanan yang harus dikirim kepada pelanggan.  

Meski Sulis terus memohon, petugas tetap melanjutkan proses penertiban karena kendaraan telah lebih dahulu diangkut ke atas mobil derek.

Peristiwa itu terjadi di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, pada Rabu (17/6/2026). 

Setelah viral dan menjadi sorotan, Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan dan kesalahpahaman yang timbul di masyarakat.

Baca juga: Nanik S Deyang Disebut Ubah Nama Yayasan SPPG, Sony Sonjaya Bongkar Keterlibatannya di Kasus Korupsi

Pada Sabtu (20/6/2026), Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, Harlem Simanjuntak, beserta jajarannya mendatangi kediaman Sulis Agung Wibowo, untuk bertemu secara langsung dan menjelaskan duduk persoalan yang berkembang di masyarakat.

“Kami memohon maaf atas kegaduhan yang timbul di masyarakat. Pertemuan ini kami lakukan untuk menjelaskan kronologi yang sebenarnya sekaligus menyampaikan langsung kepada Pak Sulis bahwa kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi kami agar pelaksanaan penertiban ke depan dapat berjalan lebih baik lagi,” dikutip dari keterangan resmi, Minggu (21/6/26).

Harlem menjelaskan, penertiban dilakukan oleh petugas menindak kendaraan yang kedapatan parkir di trotoar, bukan di lokasi parkir resmi.

Namun, karena proses pengangkutan sedang berlangsung dan demi keselamatan petugas serta pengguna jalan lainnya, petugas mengarahkan Sulis untuk ikut ke Kantor Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur.

Sementara itu, Sulis Agung Wibowo mengakui kesalahannya karena memarkirkan kendaraan tidak pada tempat semestinya.

Ia juga menegaskan bahwa kendaraannya tidak ditahan dan telah diambil kembali pada hari yang sama di Kantor Sudinhub Jakarta Timur.

“Saya mengakui salah karena parkir tidak pada tempatnya. Saya ikut ke kantor Sudinhub Jakarta Timur, menandatangani surat pernyataan, dan motor saya langsung bisa dibawa pulang pada hari itu juga tanpa biaya apa pun. Saya juga berjanji tidak akan mengulangi lagi,” kata Sulis.

Kronologi Kejadian

Video seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Sulis Agung Wibowo yang menangis dan memohon kepada petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta Timur agar sepeda motornya tidak diangkut saat penertiban parkir liar viral di media sosial.

Peristiwa itu terjadi di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, pada Rabu (17/6/2026).

Dalam video yang beredar, Sulis terlihat berusaha menghentikan petugas setelah mengetahui sepeda motornya telah diangkut ke atas mobil derek karena parkir di lokasi yang dilarang.

"Saya pengen nyari duit, Pak. Belum penglaris sama sekali dari pagi jam 6 saya keluar, baru ini, Pak!" ujar Sulis dalam video yang beredar.

Baca juga: Sosok Nana Kencanawati, Wakil Ketua DPRD Cirebon Hina Pendemo MBG Gembrot, Berujung Digeruduk Massa

Ia menjelaskan bahwa sepeda motor tersebut merupakan alat utama untuk mencari nafkah sebagai pengemudi ojek online.

"Tolong... tolong Pak, tolong! Saya butuh uang, anak saya sekolah, saya butuh makan, tolong, Pak!" katanya.

Sulis mengaku tidak memiliki biaya untuk menyewa kendaraan pengganti apabila motornya dibawa petugas.

"Rumah saya di Bekasi. Saya enggak punya duit buat sewa motor. Tarik aja, Bang, ada kebijakan? Tolong, Pak!" ucapnya.

Meski Sulis terus memohon, petugas tetap melanjutkan proses penertiban karena kendaraan telah lebih dahulu diangkut ke atas mobil derek.

Sulis Dapat Bantuan

Nasib driver ojek online yang berteriak histeris saat motornya diangkut petugas Dinas Perhubungan Jakarta Timur kini terungkap.

Video driver ojek online menangis histeris saat motornya diangkut menggunakan truk di kawasan Jakarta Timur itu viral di media sosial.

Pada video yang beredar, tampak pria itu mengenakan jaket hijau dan celana panjang. Di tangannya, ia terlihat memegang kantong plastik berwarna cokelat.

Pria itu naik ke pijakan kemudi truk dan berusaha menghentikan lajunya. Sambil berteriak histeris, ia meminta tolong agar motornya tidak diangkut.

Sebab dirinya harus menyelesaikan pesanan customer, yakni kantong plastik hijau yang dipegangnya.

“Tolong saya butuh uang Pak, anak saya sekolah,” kata dia.

Dirinya pun mengaku kalau ia sehari-hari makan dari usahanya sebagai driver ojol.

“Saya butuh makan Pak, tolong rumah saya di Bekasi, tolong,” katanya dengan wajah panik.

“Saya mohon ada kebijakan, tolong pak, tolong,” tuturnya.

Kemudian di hadapan petugas Dishub, driver ojol itu pun mengaku tak punya uang. Ia juga harus menyelesaikan orderan makanan yang ia bawa.

“Saya tidak punya uang, belum penglaris sama sekali dari jam 06.00 WIB saya keluar, baru ini,” katanya sambil memperlihatkan bungkusan warna hijau.

Rupanya bungkusan yang ia bawa itu adalah orderan customer berupa pisang madu yang cukup terkenal di Jakarta yakni Pisang Goreng Madu Bu Nanik.

Melihat video itu, akun Instagram Pisang Goreng Madu Bu Nanik lanagsung mencari sosok dan keberadaan sopir ojol tersebut.

Akhirnya tim pun berhasil menemui driver ojol yang ternyata bernama Sulis Agung Wibowo.

Tim CSR kemudian memberikan titipan bantuan dari Bu Nanik untuk Agung dan keluarganya.

Menurut Agung, ia bekerja sebagai driver ojol untuk menghidupi istri dan kedua anaknya.

Agung tampak tinggal di rumah petakan yang ada di dalam gang. Menurut Agung, meski saat itu motornya disita, namun ia tetap bertanggung jawab menyelesaikan orderannya.

Agung juga menuturkan kalau saat itu dirinya baru saja tiba di lokasi, dan langsung mengambil pesanan pisang.

Tak lama kemudian ia kembali untuk mengambil motornya, namun sudah tidak ada.

“Ternyata sudah di atas (truk), saya lari itu dari Bu Nanik,” kata dia.

Agung pun mengaku panik karena ia membawa pesanan customer.

“Tanggung jawab saya sama customer, karena ini mata pencaharian saja dari 2015 memang ini aja sampai sekarang,” tuturnya.

Rupanya menurut Agung, saat itu motornya langsung dilepaskan oleh petugas Dishub Jaktim setelah bernegosiasi. Bahkan Agung tidak dibebankan biaya apapun saat motornya dikembalikan.

“Tanpa dikenakan biaya sedikit pun,” kata Agung.

Ia juga menyadari bahwa saat itu dirinya melanggar karena berhenti di tempat yang tidak seharusnya.

Sementara itu, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Yustinus Prastowo mengatakan kalau motor Agung langsung dikembalikan pada hari yang sama.

Melalui akun Twitternya, ia menjelaskan kalau peristiwa itu terjadi pada Rabu (17/6/2026).

"Terima kasih utk atensi terhadap hal ini. Ini kejadian Rabu 17 Juni 2026.

Tim Dishub dari Sudinhub Jaktim melakukan operasi penertiban bersama terhadap parkir liar. Salah satu yang kena adalah Bapak driver ojol ini, selain beberapa kendaraan R4 dan R2," tulisnya.

Menurut dia, operasi sudah dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

"Operasi dilakukan sesuai ketentuan dan prosedur," ucapnya.

Ia pun mengatakan kalau Agung sempat diberikan edukasi terlebih dahulu sebelum akhirnya diberikan kembali motornya.

"Karena kendaraan sdh di dalam truk maka si Bapak diajak ke kantor Sudin Perhubungan Jaktim untuk mendapatkan edukasi dan penjelasan," kata dia.

"Setelah memahami dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan parkir sembarangan, saat itu juga kendaraan dikembalikan. Demikian semoga menjadi momentum Jakarta lebih tertib dan kondusif. Terima kasih," tulisnya.

(Bangkapos.com/Kompas.com/TribunnewsBogor.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.