Cak Imin: Yang Main-main di NU Keluarkan Saja, yang Berpolitik Silakan di Partai Saja
Dewi Agustina June 21, 2026 12:34 PM


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, melontarkan pernyataan tegas terkait dinamika yang berkembang di lingkungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Muktamar ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.

Cak Imin mengingatkan agar Nahdlatul Ulama tetap dijaga sebagai ruang kebersamaan dan tidak dijadikan arena pertarungan kepentingan politik.

Baca juga: Jelang Muktamar, Para Kandidat Ketua Umum PBNU Ikuti Pendidikan Menengah Kepemimpinan NU

"Yang main-main di NU keluarkan aja. Yang berpolitik silakan di partai aja. NU itu lesehan dan menyatu tanpa ketegangan," kata Cak Imin dalam keterangannya, Minggu (21/6/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap berbagai dinamika internal PBNU menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35. 

Meski tidak menyebut pihak tertentu, pesan itu dinilai sebagai penegasan agar NU tetap berpegang pada khittah organisasi dan tradisi persatuan yang selama ini menjadi karakter utama jam'iyah tersebut.

 

 

Cak Imin menegaskan bahwa NU bukan organisasi politik yang dibangun atas dasar kompetisi antarkelompok. 

Menurutnya, NU merupakan wadah yang menyatukan berbagai potensi dan kekuatan sosial dalam semangat kebersamaan.

"NU itu bukan organisasi politik yang membuat hubungan selalu kompetitif. NU itu orkestrasi kultural yang menyatukan, bukan saling menyingkirkan. Berbagai kemampuan dan kecerdasan sosial bersatu padu," ucapnya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi ajakan kepada seluruh warga nahdliyin untuk menjaga harmoni organisasi di tengah berbagai dinamika yang muncul menjelang forum permusyawaratan tertinggi NU tersebut.

Cak Imin juga mengungkapkan kerinduannya kepada almarhum KH Hasyim Muzadi, Ketua Umum PBNU periode 1999–2010 yang dikenal sebagai tokoh pemersatu di lingkungan NU.

"Kangen Pak Hasyim Muzadi," ucapnya.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU pada 20-21 Juni 2026. 

Agenda tersebut akan berlangsung di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur.

Keputusan mengenai lokasi penyelenggaraan disampaikan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar melalui surat bernomor 353/PB.23/A.II.08.03/99/06/2026 [PDF] perihal Petunjuk dan Instruksi Terkait Pelaksanaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU.

“Bahwa pilihan dan keputusan tersebut telah saya komunikasikan kepada Yang Terhormat Ketua Umum PBNU melalui pesan WhatsApp sejak tanggal 1 Juni 2026,” tulis KH Miftachul Akhyar dalam surat tersebut, dikutip dari NU Online, Kamis (4/7/2026).

Sebelumnya, terdapat tiga pesantren yang masuk dalam daftar kandidat lokasi penyelenggaraan, yakni Pondok Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar Medan, Pondok Pesantren Shiin Al-Falah Padang, dan Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri.

Muktamar ke-35 NU

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) dijadwalkan berlangsung 1-5 Agustus 2026, setelah sebelumnya PBNU menetapkan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes).

"Terkait agenda organisasi, rapat menetapkan Munas dan Konbes NU 2026 akan digelar pada bulan Syawal 1447 H atau April 2026, sementara Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada Juli atau Agustus 2026," kata Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.

Agenda ini menjadi forum tertinggi dalam organisasi NU untuk menentukan arah kebijakan, kepemimpinan, serta konsolidasi jam’iyyah di tengah dinamika sosial, politik, dan keagamaan nasional.

Muktamar NU merupakan momentum penting karena di forum inilah dilakukan evaluasi terhadap program kerja PBNU, pembahasan isu-isu strategis umat, serta pemilihan kepemimpinan baru, khususnya posisi Rais Aam dan Ketua Umum Tanfidziyah. 

Sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, keputusan yang dihasilkan dalam Muktamar biasanya memiliki dampak luas, tidak hanya bagi warga nahdliyin, tetapi juga bagi arah kebijakan keagamaan dan sosial di tingkat nasional.

Selain aspek kepemimpinan, Muktamar ke-35 NU juga akan menjadi ajang pembahasan isu-isu aktual yang dihadapi umat Islam dan bangsa Indonesia. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.