TRIBUNBATAM.id, BATAM - Nensi, seorang jemaat Gereja HKBP Tembesi Raya masih sangat terpukul setelah tahu bus pariwisata yang membawa 30 kelompok paduan suara terlibat kecelakaan pada Sabtu (20/6/2026).
Bus pariwisata dengan nomor polisi BP 7159 EY yang membawa rombongan kaum ibu jemaat HKBP Tembesi Raya itu terguling di kawasan Pantai New Melur, Kelurahan Sijantung, Kecamatan Galang, Kota Batam,. Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Momen kebersamaan dan sukacita berubah saat insiden itu terjadi.
"Rombongan itu adalah kaum ibu yang tergabung dalam kelompok paduan suara gereja. Kami sangat sedih mendengar kejadian ini, terlebih ada satu orang yang meninggal dunia," ujarnya, Minggu (21/6/2026).
Nensi, mengatakan para ibu tersebut dikenal aktif melayani dan sering mempersembahkan pujian dalam ibadah gereja.
"Kami selalu diberkati melalui pelayanan mereka saat bernyanyi di gereja. Kami berharap Tuhan memberikan kekuatan kepada keluarga korban dan kesembuhan bagi mereka yang masih menjalani perawatan," katanya.
Baca juga: Kronologi Kecelakaan Maut di Batam, Keberangkatan Jemaat Gereja ke Pantai New Melur Berubah Duka
Berdasarkan data yang dihimpun, satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut adalah Dah Lena Ginting (53).
Polisi sebelumnya menyebut, ia merupakan satu dari korban yang kondisinya terjepit badan bus.
Sementara sejumlah korban lainnya mengalami luka ringan hingga luka berat dan saat ini menjalani perawatan di beberapa rumah sakit di Kota Batam, Provinsi Kepri.
Hingga saat ini, Satlantas Polresta Barelang masih menyelidiki untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan bus di Batam tersebut.
Sementara itu, keluarga korban dan jemaat HKBP Tembesi Raya terus memberikan dukungan serta doa bagi para korban yang masih menjalani perawatan.
Baca juga: 4 Fakta Kecelakaan Bus Rombongan Jemaat Gereja HKBP di Pantai New Melur, Pulau Galang, Batam