- Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, mengungkap dugaan keterlibatan Nanik Deyang dalam perubahan nama yayasan SPPG atau dapur Makan Bergizi Gratis.
Kuasa hukum Sony, Krisna Murti, mengatakan Nanik diduga mengubah nama yayasan tersebut hingga tiga kali.
Pengungkapan itu disampaikan Sony saat diperiksa selama sekitar 9,5 jam di Gedung Jampidsus Kejaksaan Agung pada Kamis (18/6/2026) malam.
Krisna menjelaskan yayasan SPPG yang diduga terkait Nanik tersebar di beberapa daerah seperti Tapos Bogor, Karang Asem, dan Madiun.
Menurut Krisna, perubahan nama yayasan tersebut diduga dilakukan tanpa prosedur resmi.
Menurutnya, seharusnya setiap perubahan nama yayasan dilakukan melalui surat resmi kepada pihak terkait.
Meski telah menyampaikan dugaan tersebut, Sony tidak secara khusus meminta penyidik untuk memeriksa Nanik.
Nama Nanik sendiri disebut sudah masuk dalam daftar 26 nama yang diajukan dalam pengajuan justice collaborator oleh Sony.
Di sisi lain, Sony mengungkap bahwa terdapat pengadaan 5.000 CCTV dan pemindai sidik jari fiktif yang sejatinya diperuntukan untuk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).