TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Situbondo - Viral di media sosial video penampakan dua pipa besar di laut sekitar wilayah Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
Pipa tersebut diketahui milik salah satu perusahaan pengolahan rumput laut.
Adapun pipa itu membentang dari bibir pantai hingga ke tengah laut.
Keberadan pipa tersebut dikeluhkan nelayan karena dinilai mengganggu aktivitas melaut.
Baca juga: Sempat Disorot di Situbondo, Konten Kreator Kini Buat Review Alun-alun Jember, Ini Respons Pemkab
Kadari, warga Kecamatan Situbondo, mengatakan dirinya bersama personel TNI AL mendatangi lokasi untuk melihat langsung keberadaan pipa tersebut.
Menurut dia, terdapat dua pipa dengan panjang sekitar 500 meter yang membentang dari pantai ke arah laut.
"Pipanya memang ada, jumlahnya dua dengan panjang 500 meter dari bibir pantai, pipanya itu mengambang namun ketika sampai ujung tenggelam," kata Kadari, Sabtu (20/6/2026), dilansir dari Kompas.com.
Ia menjelaskan, posisi pipa membuat nelayan tidak bisa melintas secara langsung di kawasan tersebut.
Para nelayan terpaksa memutar jalur untuk menghindari pipa yang mengambang.
Menurut Kadari, jika tetap melintas, mesin perahu berisiko menabrak pipa.
Komandan Pos (Danpos) TNI AL Panarukan, Lettu Didin Abidin, mengatakan pihaknya turun ke lokasi setelah menerima informasi dari video yang beredar di Instagram mengenai dugaan pipa pembuangan ke laut.
Pengecekan dilakukan untuk memastikan keberadaan pipa serta dampaknya terhadap aktivitas nelayan dan kondisi lingkungan perairan.
"Untuk pipanya memang benar ada, namun kami belum tahu apakah ada pembuangan atau tidak, dan belum tahu jika ada apakah mengganggu keberadaan terumbu karang," kata Didin.
Menurut dia, pihak TNI AL juga memperhatikan kemungkinan dampak pipa terhadap ekosistem laut, termasuk terumbu karang dan keberadaan ikan yang menjadi sumber penghidupan nelayan.
Didin berharap keberadaan pipa tersebut tidak membahayakan lingkungan maupun aktivitas nelayan.
Saat ini, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dan informasi lanjutan dari instansi terkait untuk memastikan fungsi serta dampak dari pipa tersebut.
"Jika ada perkembangan lebih lanjut maka kami akan datang kembali," ujarnya.
(TribunJatimTimur.com)