Tak Tertembus: Kiper Curacao Eloy Room Catat Rekor Penyelamatan Terbanyak dalam Laga 90 Menit saat Curacao Raih Poin Perdana di Piala Dunia FIFA
Aurora Nightingale June 21, 2026 12:59 PM

Kiper Curacao, Eloy Room, tampil luar biasa saat timnya menahan imbang Ekuador 0-0 dalam laga Grup E Piala Dunia FIFA pada Sabtu (waktu setempat), yang sekaligus menghadirkan poin pertama sepanjang sejarah bagi negara kepulauan tersebut di ajang ini.

Hasil imbang tersebut juga memastikan Jerman melaju ke babak gugur setelah sebelumnya menang 2-1 atas Pantai Gading di hari yang sama.

Room, yang berusia 37 tahun, melakukan 15 penyelamatan melawan Ekuador dan dinobatkan sebagai Pemain Terbaik FIFA dalam pertandingan itu. Jumlah tersebut merupakan yang tertinggi yang pernah dicatat dalam pertandingan Piala Dunia selama 90 menit, hanya terpaut satu dari rekor keseluruhan 16 penyelamatan yang dicetak oleh kiper Amerika Serikat, Tim Howard, saat menghadapi Belgia pada 1 Juli 2014, sejak penyelamatan resmi dihitung sebagai statistik pada tahun 1966.

Kiper Curacao itu sebelumnya membantu negaranya lolos ke Piala Dunia pertama mereka dengan mencatat nirbobol saat melawan Jamaika pada November lalu. Setelah kebobolan tujuh gol dalam kekalahan 7-1 dari Jerman di awal turnamen, ia membalas dengan salah satu penampilan penjaga gawang paling mengesankan yang pernah terlihat di panggung Piala Dunia.

Hasil imbang ini membuat kedua tim masih memiliki peluang untuk lolos ke babak gugur, namun Ekuador kini berada dalam tekanan menjelang laga terakhir fase grup. Pada Kamis mendatang, Curacao akan menghadapi Pantai Gading di Philadelphia, sementara Ekuador akan menantang Jerman di New York.

Ekuador mendapat dukungan besar dari para penonton di stadion yang menjadi markas Kansas City Chiefs. Penonton yang mengenakan warna kuning memenuhi sebagian besar tribun, sementara hanya beberapa bagian yang ditempati oleh pendukung Curacao, menurut laporan kantor berita AP.

Ekuador memasuki pertandingan ini dengan kesadaran bahwa kekalahan akan sangat merusak peluang mereka setelah kemenangan Jerman atas Pantai Gading di menit-menit akhir. Curacao memastikan tekanan itu tetap terasa sepanjang pertandingan.

Pada babak pertama, Curacao beberapa kali menemukan celah di lini pertahanan tengah Ekuador dan menciptakan peluang, tetapi umpan terakhir yang kurang akurat dan penyelesaian yang melenceng membuat mereka gagal unggul terlebih dahulu.

Peluang terbaik Ekuador di babak pertama jatuh kepada striker veteran Enner Valencia. Saat hanya tinggal berhadapan dengan kiper, ia tampak akan mencetak gol, tetapi Room membaca arah bola dengan tepat, melompat ke kiri, dan menepis tembakan tersebut.

Setelah jeda, Ekuador meningkatkan tekanan, namun Room terus menggagalkan upaya mereka.

Moises Caicedo memaksa Room melakukan penyelamatan di awal babak kedua. Valencia kemudian hampir mencetak gol lewat sundulan, tetapi Room berhasil menepis bola ke samping. Dari tendangan sudut yang dihasilkan, Room kembali melakukan dua penyelamatan beruntun sebelum lini belakang Curacao mengamankan bola.

Malam itu menjadi frustrasi bagi Ekuador, yang tak mampu menembus pertahanan Room meski menciptakan banyak peluang.

Bagi Curacao, hasil imbang ini menjadi momen bersejarah, dengan tim tersebut meraih poin pertamanya di Piala Dunia FIFA dan menjaga asa untuk melaju ke babak berikutnya menjelang laga penentuan grup.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.