TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Ratusan peserta lari memadati Lapangan MAN 2 Sleman dalam ajang Mandalarun, Sabtu, 20 Juni 2026. Tak sekadar urusan kebugaran fisik, perayaan ulang tahun ke-58 madrasah ini, dikemas menjadi event penggerak ekonomi lokal lewat pelibatan puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta warga masyarakat.
Agenda bertajuk "Mandala Stage of Harmony" (Maestra) ini menjaring sedikitnya 500 peserta. Angka tersebut mencakup jajaran guru, tenaga kependidikan, siswa, hingga masyarakat yang tinggal di sekitar lingkungan madrasah.
Kemeriahan pagi itu dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sidik Pramono, bersama Kepala MAN 2 Sleman, Wiranto Prasetyahadi. Kibasan bendera start (flag off) penanda dimulainya even lari massal dilakukan tepat pukul 06.00 WIB.
Wiranto Prasetyahadi menyampaikan, Mandalarun 2026 sengaja dirancang bukan sekadar sebagai even olahraga atau kebugaran fisik semata.
"Ini menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara madrasah dan masyarakat," kata dia.
Setelah seluruh peserta menyentuh garis finish, atmosfer kegiatan berganti menjadi pasar rakyat melalui program market day. Di area ini, panitia mengolaborasikan stan kreativitas siswa dengan lapak para pelaku UMKM lokal. Berbagai produk komoditas kuliner, barang kerajinan, hingga hasil karya orisinal siswa dipamerkan dan mendapat sambutan antusias dari pengunjung.
Selain perputaran ekonomi, kepedulian sosial juga sangat terasa melalui aksi kemanusiaan donor darah serta pentas seni kolaboratif antara murid dan pengajar. Kemeriahan acara ditutup dengan pengundian doorprize. Panitia menyediakan sejumlah hadiah elektronik dan kebutuhan rumah tangga sebagai daya tarik utama, seperti sofa bed, sepeda, lemari es, mesin cuci, televisi, kompor gas, kipas angin hingga tablet.
Melalui rangkaian perhelatan ini, MAN 2 Sleman tidak hanya merayakan bertambahnya usia, tetapi berupaya meneguhkan kembali posisinya sebagai institusi pendidikan yang inklusif, harmonis, dan berdampak nyata.
"Semangat kebersamaan yang tercipta diharapkan menjadi energi positif dalam melangkah menuju masa depan yang lebih gemilang," harapnya.(*)