Akibat Aktivitas Sesar Mentawai, BMKG Update Gempa 4,7 Berpusat di Padang dan Tak Picu Tsunami
Muhammad Iqbal June 21, 2026 01:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,7 yang mengguncang wilayah Padang dan sekitarnya pada Minggu (21/6/2026) pagi dipastikan berasal dari aktivitas Sesar Mentawai.

Sebelumnya, BMKG Padang Panjang sempat menyatakan gempa tersebut berpusat di Pariaman. Akan tetapi, data sebelumnya bersifat sementara.

Setelah dilakukan pengecekan ulang lokasi pusat gempa, ternyata titiknya berada pada Barat Daya Kota Padang.

Baca juga: Gempa Magnitudo 4,7 dan 3,5 Guncang Pariaman, Warga di Padang Berhamburan Keluar

Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Suaidi Ahadi, mengatakan gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang terjadi akibat aktivitas salah satu sumber gempa aktif di wilayah barat Sumatera.

Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa terjadi pada pukul 09.33.29 WIB dengan magnitudo 4,7.

Episenter gempa berada pada koordinat 1,25 derajat Lintang Selatan dan 99,8 derajat Bujur Timur atau tepatnya di laut sekitar 71 kilometer Barat Daya Kota Padang, Sumatera Barat, dengan kedalaman 24 kilometer.

"Jika memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Mentawai," kata Suaidi Ahadi dalam keterangan resmi yang diterima TribunPadang.com.

Dipicu Pergerakan Sesar Mentawai

Suaidi menjelaskan, Sesar Mentawai merupakan salah satu sumber gempa aktif yang berada di wilayah lepas pantai barat Sumatera.

Baca juga: Warga Padang Kaget, Gempa Magnitudo 4,7 Pariaman Terasa Beberapa Detik

Aktivitas sesar tersebut kerap memicu gempa-gempa tektonik yang dapat dirasakan masyarakat di kawasan pesisir Sumatera Barat, termasuk Kota Padang, Pariaman hingga Kepulauan Mentawai.

Menurutnya, karakteristik gempa yang terjadi kali ini tergolong gempa dangkal karena pusat gempa berada pada kedalaman hanya 24 kilometer di bawah permukaan bumi.

Kondisi tersebut menyebabkan getaran gempa dapat dirasakan cukup jelas oleh masyarakat meskipun magnitudonya tidak terlalu besar.

Getaran Terasa hingga Bukittinggi dan Solok

Berdasarkan estimasi peta guncangan BMKG, gempa dirasakan di sejumlah daerah di Sumatera Barat.

Di Kota Padang, Kota Pariaman dan Kepulauan Mentawai, intensitas gempa tercatat pada skala II hingga III MMI.

Pada skala tersebut getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang dan sensasi getarannya mirip seperti saat sebuah truk besar melintas.

Sementara itu, gempa juga dirasakan di Padang Panjang, Bukittinggi, Solok, Mukomuko dan Pasaman Barat dengan intensitas I hingga II MMI.

Pada tingkat tersebut, getaran umumnya hanya dirasakan oleh sebagian orang dan terekam oleh alat pemantau gempa.

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut," ujar Suaidi.

Tidak Berpotensi Tsunami

BMKG juga memastikan gempa yang terjadi tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Suaidi mengimbau masyarakat agar selalu mengikuti perkembangan informasi resmi yang dikeluarkan BMKG melalui kanal komunikasi yang telah terverifikasi.

Tercatat Satu Kali Gempa Susulan

BMKG juga mencatat adanya aktivitas gempa susulan setelah gempa utama terjadi.

Hingga pukul 09.54.29 WIB, hasil monitoring menunjukkan telah terjadi satu kali gempa susulan (aftershock).

Meski demikian, aktivitas gempa susulan tersebut tidak menimbulkan dampak signifikan dan tetap terus dipantau oleh BMKG.

"Masyarakat diimbau tetap tenang dan memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG melalui website, media sosial resmi maupun aplikasi InfoBMKG," kata Suaidi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.