Grid.ID - Siswa sekolah swasta gratis yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat harus menjaga perilaku. Dedi Mulyadi ancam cabut subsidi jika ada yang melanggar.
Kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat soal program sekolah swasta gratis rupanya tak hanya menitikberatkan pada akses pendidikan saja. Melainkan kepada pembentukan karakter siswa.
Hal tersebut ditegaskan oleh Dedi Mulyadi. Ia menegaskan bahwa bantuan pendidikan harus disertai dengan syarat perilaku yang dipatuhi oleh semua penerima manfaat.
Dalam artian, sang gubernur mewajibkan seluruh siswa yang masuk sekolah swasta secara gratis untuk menjaga perilaku mereka. Program ini ditujukan bagi siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri dalam SPMB 2026.
Bantuan bukan hanya soal pembiayaan pendidikan. Melainkan juga upaya membentuk karakter generasi muda.
"Para siswa, dia harus berkomitmen. Kan mendapat subsidi dari kita cukup besar. Tetapi dia juga harus menaati aturan kita, yakni menjadi anak baik, tidak tawuran misalnya," ujar Dedi, dikutip dari Kompas.com.
Sanksi Bagi yang Melanggar
Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menyiapkan sanksi bagi siswa yang melanggar aturan. Sanksi tersebut tak lain berupa pencabutan bantuan subsidi pendidikan jika terbukti melakukan pelanggaran serius.
Pelanggaran yang dimaksud misalnya terlibat tawuran, berkomplot dalam aksi kriminal, hingga melanggar aturan sekolah. Nantinya, evaluasi akan dilakukan secara berkala.
"Nanti begitu melanggar, kita cabut subsidinya," ujar Dedi, dikutip dari Tribunnews.
Langkah tersebut diambil untuk memastikan bahwa anggaran daerah yang dialokasikan tidak hanya menjamin akses pendidikan, namun juga efektif dalam membangun moralitas peserta didik.
Siswa sekolah swasta gratis yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat harus menjaga perilaku. Jika tidak, Dedi Mulyadi tegaskan akan cabut subsidi jika ada yang melanggar.