Festival Jatiluwih, Dengan Bali Tourism Run 2026 Promosikan Jatiluwih ke Kancah Dunia
Putu Dewi Adi Damayanthi June 21, 2026 03:37 PM

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Desa wisata Jatiluwih kembali memperkuat posisinya sebagai destinasi pariwisata unggulan dengan menggelar Festival Jatiluwih pada Sabtu 20 Juni 2026. 

Pada festival itu juga dilaksanakan Bali Tourism Run 2026.

Kegiatan yang masuk dalam kalender event pariwisata tersebut diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya mengatakan, kegiatan yang digagas pengelola pariwisata Jatiluwih menjadi salah satu upaya strategis untuk mempromosikan potensi daerah ke tingkat nasional maupun internasional.

Baca juga: LARI di Tengah Pemandangan Indah Desa Wisata Bangli, PENGLIPU-RUN FUN RUN 2026 Ajak Hidup Sehat

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memperkenalkan keindahan alam dan budaya Jatiluwih, tetapi juga diharapkan mampu menarik rasa penasaran wisatawan untuk datang dan menikmati panorama kawasan yang telah ditetapkan sebagai warisan dunia.

“Kegiatan ini menjadi salah satu upaya promosi pariwisata dan telah masuk dalam kalender event pariwisata dunia. Kami berharap semakin banyak wisatawan yang datang sehingga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Tabanan, lanjut Sanjaya, berkomitmen memberikan dukungan melalui regulasi dan kebijakan yang diperlukan guna menciptakan sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Sementara itu, Pengelola Jatiluwih, I Ketut Purna menjelaskan, Bali Tourism Run diselenggarakan sebagai momentum promosi pariwisata Jatiluwih kepada masyarakat Bali dan Indonesia, sekaligus menyambut 100 tahun pariwisata Bali.

Dirinya mengaku menargetkan sebanyak 2.000 peserta yang mengkuti ajang lari tersebut. 

Berbagai persiapan telah dilakukan, termasuk bekerja sama dengan Asita untuk menyukseskan kegiatan.

"Rekayasa lalu lintas telah disiapkan dengan mengarahkan kendaraan menuju area parkir di depan Pura Petali serta menyiapkan kantong-kantong parkir di wilayah timur," jelasnya.

Rute lari akan menyusuri kawasan persawahan Jatiluwih, dimulai dari Telabah Gede, Kedamian, Umo Duwi, Besi Kalung, dan berakhir di depan Monumen UNESCO. 

Jalur tersebut dipilih untuk memberikan pengalaman menikmati panorama alam dan sistem pertanian tradisional yang menjadi daya tarik utama Jatiluwih.

Selain olahraga, kegiatan juga melibatkan sektor UMKM. Sekitar 20 stan kuliner akan berpartisipasi dalam acara tersebut. 

Setiap peserta akan memperoleh kupon makan senilai Rp25.000 yang dapat ditukarkan di stan UMKM, warung, maupun restoran lokal.

"Kami berharap kegiatan ini memberikan multiplier effect bagi masyarakat, terutama pelaku usaha penginapan, homestay, hotel, warung, dan restoran di kawasan Jatiluwih melalui peningkatan kunjungan," bebernya

Ke depan, Bali Tourism Run direncanakan menjadi agenda tahunan yang dipadukan dengan Jatiluwih Festival. 

Selain menarik lebih banyak wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat mendukung pelestarian budaya serta mengenalkan sistem pertanian Jatiluwih kepada generasi muda, termasuk pelajar internasional.

"Kami harap ini akan tetap berlanjut selain mengenalkan budaya, ini juga satu-satunya di Bali yang lari di tengah sawah," imbuhnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.