Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemadaman listrik bergilir yang dilakukan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Kota Bandung, berdampak buruk bagi penjual ikan hias karena ikan mereka mati hingga rugi jutaan rupiah pada, Minggu (21/6/2026).
Seperti di tempat penjualan ikan Muara Baru, Jalan Peta, Kota Bandung, pemiliknya harus menelan kenyataan pahit karena puluhan ikan Koi yang disimpan di akuarium mati akibat terdampak pemadaman listrik tersebut.
Karyawan tempat penjualan ikan hias Muara Baru, Omis Rizki Restiawan mengatakan, pemadaman listrik tersebut telah mengakibatkan 10 kilogram ikan koi mati hingga pemiliknya mengalami kerugian materi cukup besar.
"Tadi pagi 10 kilogram ikan koi mati soalnya ikan itu baru datang. Untuk 1 kilogram itu isi 4 ekor, jadi kalau 10 kilogram berarti total ada 40 ekor yang mati," ujarnya saat ditemui di lokasi, Minggu (21/6/2026).
Dia mengatakan, harga ikan koi tersebut Rp 150 ribu per kilogram, sehingga jika ada 10 kilogram yang mati, maka total kerugian mencapai Rp 1,5 juta. Selain itu, ikan jenis kaviat juga turut mati akibat pemadaman listrik ini.
"Ikan kaviat harganya mulai dari Rp 15 ribu per ekor, yang mati ada 70 ekor. Jadi total kerugian sekitar Rp 3,5 juta," kata Omis.
Sementara untuk antisipasi lebih banyak ikan mati dan mencegah kerugian besar, pemilik tempat penjualan ikan Muara Baru sudah memasang genset agar ketika mati lampu, semua ikan hias yang ada di aquarium bisa tetap hidup.
"Paling antisipasinya, sekarang pakai genset karena dari awal pemadaman sudah 3 kali mati listrik. Untuk yang pertama 2 jam, terus yang kemarin 3 jam dari jam 4 sore sampai jam 7 malam," ucapnya.
Menurutnya, langkah pemasangan genset tersebut penting dilakukan karena ikan hias di aquarium rawan mati ketika listrik mati, sehingga jika tidak diantisipasi bukan tidak mungkin ikan yang mati bisa lebih banyak.
"Kalau mati listrik kemarin-kemarin aman, soalnya stok ikannya lagi sedikit, tapi yang namanya ikan hias itu rawan mati kalau mati listrik. Apalagi kalau stok banyak dan baru datang," ujar Omis.
Meski sudah memasang genset, dia berharap kondisi aliran listrik di wilayahnya bisa kembali normal seperti biasa agar semua ikan hias bisa tetap sehat dan hidup supaya pemiliknya tidak mengalami kerugian yang lebih besar.