TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Warga Desa Rakawuta, Kecamatan Mowila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra) berinovasi membuat kompor yang diklaim lebih hemat dan tidak menghasilkan asap.
Inovasi tersebut muncul di tengah kelangkaan gas elpiji melon 3 kilogram yang berdampak pada kenaikan harga dan cukup membebani masyarakat.
Pasalnya, pasokan gas subsidi itu hanya tersedia satu kali dalam sebulan di Desa Rakawuta.
Sementara di tingkat eceran, harga jualnya mencapai Rp30 ribu hingga Rp40 ribu per tabung.
Ide pembuatan kompor ini digagas oleh Kepala Desa Rakawuta, Andi Oddang bersama aparat desa dengan memanfaatkan pipa besi yang dilas sebagai bahan utama.
“Jadi ide ini lahir dari kepala desa dan aparat yang membuat kompor yang bisa dimanfaatkan oleh banyak orang,” ujar Andi Oddang, Sabtu (20/6/2026).
Dia menjelaskan, bahan yang digunakan antara lain pipa galvanis dan hollow galvanis.
Galvanis sendiri merupakan material besi atau baja yang telah dilapisi seng sebagai pelindung agar lebih tahan karat.
“Pembuatannya paling lama dua hari kalau bahan lengkap,” kata dia.
Baca juga: Harga Elpiji 3 Kg di Kios Kendari Sulawesi Tenggara Naik Drastis, Dijual hingga Rp50 Ribu per Tabung
Proses pembuatan kompor tersebut menggunakan dana pribadi.
Meski saat ini baru dimanfaatkan oleh dua warga, namun minat masyarakat terhadap inovasi ini cukup tinggi.
Cara penggunaannya pun tergolong sederhana dan murah.
Pengguna hanya perlu menyiapkan kayu berukuran kecil sepanjang satu jengkal serta korek api untuk menyalakannya.
“Cukup itu saja sudah bisa untuk memasak. Tidak berasap dan tidak menghitamkan panci atau belanga," jelasnya.
Sebagai informasi, Desa Rakawuta merupakan satu dari 20 desa yang ada di Kecamatan Mowila, Konawe Selatan.
Desa tersebut berjarak sekira 39 kilometer dari Kantor Bupati Konsel di Jalan Poros Andoolo, Kelurahan Potoro, Kecamatan Andoolo.
Dapat ditempuh kurang dari 1 jam menggunakan motor ataupun mobil. (*)
(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)