Resmi Jadi UIN Syekh Wasil Kediri, Menag Nasaruddin Umar Dorong Kampus Jadi Pusat Ekoteologi
Rendy Nicko June 21, 2026 03:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar menandatangani prasasti alih status kelembagaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri, Sabtu (20/6/2026) kemarin. 

Momentum bersejarah tersebut sekaligus ditandai dengan peresmian tiga gedung perkuliahan baru yang diharapkan mampu memperkuat kapasitas akademik dan pengembangan kampus ke depan.

Tiga fasilitas yang diresmikan meliputi Gedung SBSN Tahun 2023, Gedung SBSN Tahun 2025, serta Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Peresmian berlangsung di hadapan sivitas akademika, jajaran pejabat Kementerian Agama, serta para rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) dari berbagai daerah di Indonesia.

Kedatangan Menteri Agama disambut langsung oleh Rektor UIN Syekh Wasil Kediri, Wahidul Anam, bersama jajaran pimpinan kampus dan mahasiswa.

Baca juga: Munas-Konbes NU 2026 Hari Kedua, Gus War Tegaskan NU Harus Hadir Mencerdaskan Bangsa

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Seminar Nasional Pengembangan PTKN Berbasis Ekoteologi yang membahas arah pengembangan pendidikan tinggi keagamaan di masa depan.

Rektor UIN Syekh Wasil Kediri Wahidul Anam menyampaikan rasa syukur atas capaian penting yang berhasil diraih kampusnya. Menurutnya, kehadiran gedung baru menjadi bagian dari komitmen kampus untuk terus meningkatkan kualitas sarana pendidikan.

"Saat ini ada tiga gedung baru dan semoga tahun berikutnya bisa bertambah lagi," harapnya.

Wahid menjelaskan perubahan status menjadi universitas merupakan hasil perjalanan panjang yang telah dimulai sejak 1961 saat masih berstatus Fakultas Ushuluddin cabang IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Perjalanan tersebut kemudian berlanjut menjadi STAIN Kediri pada 1998, bertransformasi menjadi IAIN Kediri pada 2018, hingga akhirnya resmi menjadi UIN Syekh Wasil Kediri berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2025.

Saat ini, UIN Syekh Wasil Kediri memiliki lebih dari 11 ribu mahasiswa aktif yang tersebar di berbagai program studi. Kampus tersebut didukung 26 program sarjana, tujuh program magister, dan satu program doktoral.

Dengan status baru sebagai universitas, kampus diharapkan semakin mampu mencetak lulusan yang kompetitif, profesional, dan siap menjawab tantangan global.

Dalam arahannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa perubahan status kelembagaan harus menjadi pemacu semangat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, bukan sekadar kebanggaan administratif maupun pembangunan fisik semata.

"Saya berharap alih status kelembagaan dan peresmian gedung baru UIN Syekh Wasil Kediri ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk menjadi jauh lebih hebat serta terus meningkatkan kualitas pendidikan dan prestasi kampus," paparnya.

Menag juga mengingatkan pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern. Menurutnya, kampus Islam harus mampu menjadi ruang yang menyatukan agama, sains, budaya, dan psikologi dalam satu kerangka berpikir yang utuh.

Nasaruddin menilai pendekatan tersebut akan membuat agama semakin relevan dalam menjawab berbagai persoalan kehidupan masyarakat modern.

Selain itu, Nasaruddin mendorong UIN Syekh Wasil Kediri menjadi salah satu pelopor pengembangan konsep ekoteologi yang saat ini tengah dikembangkan Kementerian Agama.

Menurutnya, ekoteologi merupakan pendekatan yang menghubungkan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup dan keberlanjutan alam semesta.

"Ekoteologi yang dikembangkan Kementerian Agama kami dorong menjadi patron global. Kami telah menjalin kerja sama dengan Vatikan, dan sejumlah negara Timur Tengah juga menunjukkan ketertarikan untuk menerapkan konsep ekoteologi ini ke dalam kurikulum berbasis cinta," tegasnya.

Lebih lanjut, Menag menekankan bahwa perguruan tinggi keagamaan memiliki posisi strategis dalam mempersiapkan generasi Indonesia Emas 2045.

Karena itu, pemerintah terus mendorong kampus-kampus Islam untuk menyusun perencanaan yang matang, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang agar mampu menghasilkan lulusan yang unggul dan berdaya saing global.

"Kehadiran kami bersama para pejabat dan rektor adalah untuk memberikan motivasi serta arahan strategis melalui perencanaan jangka pendek, menengah, dan panjang agar kampus siap menjemput masa depan yang lebih baik dan berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045," katanya.

(Isya Anshori/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.