Laporan wartawan Tribun Gayo Rasidan I Gayo Lues
TribunGayo.com, BLANGKEJEREN - Arus lalu lintas dari arah Blangkejeren menuju Pining Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh menghubungkan Lokop, Kabupaten Aceh Timur hingga saat ini masih lumpuh total.
Jalan provinsi tersebut masih belum dapat dilintasi kendaraan roda empat dan enam sehingga saat dikeluhkan.
Padahal, tujuh bulan bencana alam yang menerjang jakan tersebut berupa banjir bandang dan tanah longsor belum juga mendapat penanganan dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh.
Menurut informasi pernah ditangani, namun sejauh ini masih juga belum dapat dilintasi oleh pengguna jalan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunGayo.com, ruas jalan dari Blangkejeren tersebut selain menghubungkan Kabupaten Gayo Lues dengan Lokop Aceh Timur juga ke arah Kota Langsa serta Kuala Simpang Kabupaten Aceh Tamiang.
Bencana alam yang terjadi di sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Aceh termasuk Kabupaten Gayo Lues pada akhir bulan November 2025.
Sampai saat ini belum ada informasi maupun tanda-tanda akan diperbaiki kembali.
Baik badan jalan yang putus total maupun jembatan penghubung yang hanyut dihantam banjir bandang.
Kapolres Gayo Lues AKBP Hyrowo melalui Kapolsek Pining Ipda Safuandi kepada TribunGayo.com, Minggu (21/6/2026) membenarkan, arus lalulintas dari Blangkejeren menuju Pining Kabupaten Gayo Lues menghubungkan Lokop Aceh Timur tersebut, sampai saat ini masih lumpuh total untuk semua jenis kendaraan.
"Padahal akses jalan tersebut, satu-satunya jalan alternatif penghubung Kabupaten Gayo Lues dengan sejumlah kabupaten/kota di provinsi Aceh itu selama ini, yakni menghubungkan dengan Kabupaten Aceh Timur, Kota Langsa dan Aceh Tamiang," sebutnya.
Kedua jalur itu terputus akibat abrasi sungai dan longsor yang dipicu oleh curah hujan tinggi.
Dalam hal ini, Pemerintah memprioritaskan langkah darurat untuk membuka kembali akses masyarakat dan jalur logistik.
Kerusakan dilaporkan terjadi di dua titik di sekitar alur Sungai Pining, Sub DAS Tamiang, wilayah Desa Pasir Putih, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues.
Sebagai langkah awal, Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Aceh dan pemerintah daerah setempat terkait penanganan aliran sungai yang menyebabkan abrasi pada badan jalan.
Pemerintah juga menyiapkan pengalihan sementara aliran sungai pada titik terdampak guna mengurangi tekanan arus terhadap badan jalan dan mempercepat pemulihan akses masyarakat.
Selain itu, mobilisasi alat berat tengah dilakukan menuju lokasi penanganan.
Menteri PU RI, Dody Hanggodo menegaskan, pemulihan akses masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah dalam penanganan kondisi darurat tersebut.
“Yang paling utama bagi kami adalah menjaga akses tetap terbuka. Jalur masuk untuk kebutuhan masyarakat dan aktivitas ekonomi tidak boleh terputus. Masyarakat tidak boleh mengalami kesulitan akibat terhambatnya distribusi,” ujar Dody, Minggu (3/5/2026).
Kementerian PU menyebut jalur Lokop–Pining memiliki peran penting bagi aktivitas masyarakat.
Mulai dari distribusi logistik, akses layanan kesehatan, pendidikan, hingga kegiatan ekonomi sehari-hari warga.
Karena itu, seluruh pihak terkait terus berkoordinasi agar akses darurat dapat segera dipulihkan.
Setelah kondisi darurat tertangani, pemerintah akan menyiapkan langkah penanganan lanjutan secara terpadu sesuai kebutuhan teknis di lapangan dan kewenangan masing-masing instansi.
Kementerian PU juga memastikan akan terus memantau perkembangan penanganan serta memberikan dukungan teknis agar mobilitas masyarakat dapat kembali normal secepatnya. (*)
Baca juga: BREAKING NEWS: Jalan Nasional Blangkejeren-Takengon Pagi Ini Kembali Lumpuh