TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Badan Gizi Nasional (BGN) saat ini tengah memberlakukan moratorium atau penghentian sementara pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru.
Tak hanya itu, BGN juga mewacanakan pembatasan jumlah SPPG maksimal enam di tiap kecamatan.
Untuk diketahui, Kabupaten Buleleng memiliki 9 Kecamatan.
Dengan batas maksimal 6 SPPG tiap kecamatan, maka kuota maksimal SPPG yang dimiliki Buleleng sebanyak 54.
Baca juga: Dadan Hindayana Cs Jadi Tersangka Korupsi MBG, Nyoman Parta: Hukum Seberat-beratnya!
Di Buleleng sendiri, saat ini tercatat sudah ada 46 SPPG yang telah terverifikasi oleh BGN. Dari jumlah tersebut, 38 SPPG telah beroperasi, sementara delapan lainnya sudah selesai dibangun namun belum beroperasi.
Koordinator Wilayah BGN Buleleng, Rusdianto, mengatakan pihaknya belum menerima keputusan final terkait adanya pembatasan jumlah SPPG di tiap kecamatan.
Demikian pula wacana maksimal enam SPPG per wilayah kecamatan.
"Saat ini kita masih mengumpulkan data. Apakah nanti akan diarahkan enam SPPG per kecamatan atau ada penyesuaian sesuai kebutuhan wilayah, kami masih menunggu tindak lanjut dari pimpinan," ujar Rusdianto, Minggu (21/6/2026).
Baca juga: Polres Gianyar Kembali Lakukan Uji Lab, Pastikan MBG Aman untuk Anak
Ia menegaskan, seluruh proses pembangunan dan pengembangan SPPG di daerah saat ini masih mengikuti sistem yang ditentukan oleh pusat melalui portal resmi BGN.
Daerah, kata dia, hanya menjalankan tahapan sesuai status yang muncul di sistem tersebut.
"Kalau di portal itu masih dalam proses, berarti kami tetap monitoring. Kalau diminta survei lapangan, baru kami lakukan survei. Jadi semua mengikuti petunjuk dari sistem," jelasnya.
Menurut Rusdianto, hingga kini belum ada instruksi resmi terkait penghentian atau pembatasan pembangunan SPPG baru di Buleleng.
Karena itu, pihaknya belum dapat memastikan apakah wacana pembatasan tersebut akan benar-benar diterapkan di seluruh daerah.
Termasuk juga wacana memanfaatkan kantin sekolah ketimbang membangun SPPG baru.
"Untuk hal itu kami belum bisa memastikan karena masih menunggu petunjuk dari pusat. Saat ini kami masih melakukan pendataan dan pemetaan. Nantinya jikalau hal itu benar-benar diterapkan, kami sudah siap," katanya.
Di sisi lain, keberadaan SPPG di Buleleng terus berkembang seiring perluasan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hingga Juni 2026, program tersebut telah melayani sekitar 87 ribu penerima manfaat di Buleleng.
Rusdianto menyebutkan, capaian ini masih berpotensi meningkat seiring optimalisasi operasional SPPG yang sudah berjalan, maupun yang akan beroperasi ke depan. Proyeksi penerima manfaat bahkan diperkirakan bisa menembus lebih dari 100 ribu orang.
"Terakhir kami sudah melayani sekitar 87 ribu penerima manfaat, dengan proyeksi lebih dari 100 ribu orang. Saat ini cakupannya sudah lebih dari 50 persen target," ujarnya. (*)