BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kecelakaan bus pariwisata yang membawa rombongan jemaat Gereja HKBP Tembesi Raya menuju Pantai New Melur, Barelang, mendapat perhatian serius dari anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Tumbur Hutasoit.
Tumbur yang turut membantu proses administrasi dan penanganan para korban, mengaku sangat prihatin atas musibah yang merenggut nyawa satu orang dan menyebabkan puluhan jemaat mengalami luka-luka tersebut.
Menurutnya, sebagai kota industri sekaligus destinasi wisata yang terus berkembang, Batam harus mampu memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat maupun wisatawan yang menggunakan jasa transportasi.
"Kejadian ini menjadi perhatian kita bersama. Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama, terutama untuk kendaraan yang membawa rombongan dalam jumlah besar," kata Tumbur, Minggu (21/6/2026).
Tumbur meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Batam untuk memperketat pengawasan terhadap armada bus pariwisata yang beroperasi di Batam, khususnya terkait kelayakan kendaraan dan kepatuhan terhadap kewajiban uji KIR.
"Kita belum mengetahui secara pasti apakah bus yang ditumpangi rombongan jemaat HKBP tersebut telah lulus uji KIR atau tidak. Karena itu perlu dilakukan pemeriksaan menyeluruh," katanya.
Tumbur menilai, meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Batam harus diimbangi dengan peningkatan standar keselamatan seluruh sarana pendukung pariwisata, termasuk transportasi darat.
"Batam saat ini terus mengalami peningkatan kunjungan wisatawan. Semua sektor pendukung pariwisata harus mengikuti perkembangan tersebut dengan memastikan aspek keselamatan benar-benar terjaga. Kita tidak ingin ada korban-korban berikutnya," ujarnya.
Rombongan yang terdiri dari kaum ibu jemaat itu diketahui tengah dalam perjalanan mengikuti kegiatan ibadah padang. Namun perjalanan yang seharusnya menjadi momen kebersamaan dan sukacita berubah menjadi duka mendalam.
Akibat kecelakaan tersebut, seorang jemaat bernama Dah Lena Ginting (53) meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Embung Fatimah.
Selain korban meninggal, sejumlah penumpang mengalami luka berat dan luka ringan. Salah satu korban luka berat adalah Hermawati Sinaga (40) yang dilaporkan mengalami putus pada kaki kiri.
Seorang jemaat HKBP Tembesi Raya, Nensi, mengaku sangat terpukul saat menerima kabar kecelakaan tersebut. Ia menyebut para korban merupakan anggota paduan suara gereja yang aktif melayani dalam berbagai kegiatan ibadah.
"Kami sangat sedih mendengar kejadian ini. Mereka adalah orang-orang yang selama ini melayani dan memberkati jemaat melalui pujian-pujian di gereja. Kami berdoa agar seluruh korban segera pulih dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan," ujarnya.(Tribunbatam.id/Pertanian Sitanggang)