TRIBUNJAMBI.COM – Dua Arus Besar Muncul di Tengah Polemik MBG: Dukungan Massal Mengalir, Kasus Dugaan Korupsi BGN Terus Disidik
Gelombang dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus bermunculan di berbagai daerah di Indonesia, di tengah sorotan publik atas dugaan kasus korupsi di lingkungan Badan Gizi Nasional yang masih dalam proses penyidikan oleh Kejaksaan Agung.
Aksi dukungan tersebut tercatat terjadi di sejumlah kota besar, mulai dari Surabaya, Jember, Medan, Pontianak, Jakarta, hingga Jambi.
Massa aksi di berbagai daerah tersebut menyuarakan dukungan agar program tetap dilanjutkan. Mereka menilai MBG memiliki dampak langsung terhadap peningkatan gizi anak sekolah, sekaligus mendorong transparansi dan perbaikan tata kelola agar bebas dari praktik korupsi.
Baca juga: Kasus Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Tempuh Praperadilan dan Soroti Cacat Prosedur Penetapan Tersangka
Baca juga: Pemkab Tanjab Barat Mediasi Sengketa Lahan Kelompok Tani Bukit Bakar dan PT WKS
Bobby Nasution Temui Massa di Medan
Di Medan, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution turut menemui massa pendukung MBG. Ia menilai program tersebut memiliki manfaat besar bagi anak-anak sekolah dan tetap layak dilanjutkan dengan catatan perbaikan sistem pelaksanaan.
Dukungan di Berbagai Daerah
Di Surabaya, kelompok relawan emak-emak menyebut MBG menjadi solusi di tengah tekanan ekonomi. Sementara di Jember, ribuan massa dari berbagai elemen masyarakat seperti petani, UMKM, hingga pekerja dapur gizi ikut turun ke jalan menyuarakan dukungan.
Di Pontianak dan Jakarta, massa aksi juga menegaskan penolakan terhadap wacana penghentian program, meski tetap meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola.
Sementara itu di Jambi, DPRD Provinsi Jambi disebut menyatakan sikap sejalan dengan aspirasi masyarakat untuk melanjutkan program MBG, dengan penekanan pada pengawasan yang lebih ketat.
Kasus Dugaan Korupsi Masih Bergulir
Di sisi lain, Kejaksaan Agung masih melanjutkan penyidikan dugaan korupsi tata kelola MBG di lingkungan Badan Gizi Nasional.
Terbaru, penyidik menetapkan Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review, Glory Harimas Sihombing (GHS), sebagai tersangka baru. Dengan penambahan tersebut, total sudah enam orang yang ditetapkan sebagai tersangka.
Direktur Penyidikan Jampidsus menyebut adanya dugaan aliran dana kepada pihak internal, serta praktik jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan nilai bervariasi mulai puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Dua Arus Publik: Dukungan dan Kritik
Fenomena ini menunjukkan adanya dua arus besar di tengah masyarakat: satu pihak menuntut agar program MBG tetap berjalan karena manfaatnya dianggap langsung dirasakan masyarakat, sementara pihak lain menekankan pentingnya evaluasi total dan penindakan hukum terhadap dugaan penyimpangan.
Hingga kini, proses hukum oleh Kejaksaan Agung masih terus berjalan untuk menelusuri aliran dana serta pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.