Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Muhammad Nurkholis
TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Ambruknya ruang kelas di SDN Trantang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, pada Sabtu (20/6/2026) malam, menambah daftar kerusakan bangunan sekolah di Kabupaten Tuban.
Peristiwa ini terjadi hanya berselang sekitar dua pekan setelah atap teras lantai dua SDN Kutorejo 3 Tuban ambruk pada Rabu (3/6/2026) sore.
Kedua kejadian tersebut diketahui tidak dipicu ileh faktor cuaca dan terjadi secara tiba-tiba. Beruntung, dalam dua insiden tersebut tidak ada korban jiwa maupun luka-luka karena saat kejadian tidak ada kegiatan belajar mengajar (KBM).
Menanggapi kejadian tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Irma Putri Kartika, mengatakan kerusakan bangunan di SDN Kutorejo 3 maupun SDN Trantang akan diusulkan untuk mendapatkan perbaikan melalui Perubahan APBD (P-APBD) 2026.
“Dianggarkan pada P-APBD,” ujarnya Minggu (21/6/2026).
Dari kejadian beruntun ini Irma menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan juga akan melakukan assessment dan monitoring terhadap seluruh sekolah negeri di Kabupaten Tuban guna memetakan kondisi bangunan serta menentukan langkah tindak lanjut yang diperlukan.
Baca juga: Baru Dibangun 2023 dengan Anggaran Rp765 Juta, Ruang Kelas SDN Trantang Tuban Kini Ambruk
“Assessment dan monitoring akan dilakukan di sekolah SD dan SMP,” imbuhnya.
Ditanya mengenai berapa jumlah sekolah di Kabupaten Tuban yang saat ini masuk kategori rusak ringan, sedang, dan berat?. Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban. masih akan melakukan cek ulang.
“Pasti ini jadi atensi. Saat ini sedang dilakukan cek ulang seluruh sekolah negeri. Bertahap ya, ada 541 SDN dan 52 SMPN,” bebernya.
Kemudian saat ditanya terkait mekanisme pengawasan kelayakan bangunan sekolah yang selama ini dilakukan oleh Pemkab hingga kecolongan terjadi dua insiden kerusakan dalam dua pekan, Irma belum memberikan jawaban.
Informasi lengkap dan menarik lainnya baca di TribunJatim.com