SRIPOKU.COM - Insiden mencekam terjadi saat pengambilan rapor di salah satu Sekolah Dasar (SD) di kawasan Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.
Pada Jumat (19/6/2026), seorang ibu rumah tangga yang hendak mengambil rapor anak ditikam suaminya.
Kapolsek Ngaliyan, Kompol Aliet Alphard, menuturkan hubungan rumah tangga keduanya diduga sudah retak. Keduanya disebut tengah menjalani proses perceraian.
"Istri sudah tidak pulang selama dua bulan. Namun, bertemu saat mengambil rapor anaknya di SD itu," ujarnya, mengutip Tribunnews.com, Minggu (21/6/2026).
Korban yang mengalami luka-luka langsung dibawa ke RS William Booth Semarang. Sementara pelaku penusukan telah berhasil diamankan.
Baca juga: Bapak Ditikam, Detik-Detik Satu Keluarga Pedagang Pecel Lele di Palembang Diserang Rombongan Pemotor
"Iya, sudah di Polsek," lanjut Kompol Aliet.
Kepala DP3A Kota Semarang, Eko Kirsnarto, menuturkan korban telah didampingi sejak pertama kali mendapatkan penanganan medis usai ditusuk pelaku.
Saat ini, kondisi korban sudah selesai menjalani perawatan dan menjalani rawat jalan.
"Saat ini DP3A, khususnya UPTD, sedang mendampingi korban. Tadi korban sudah dibawa ke RS William Booth dan mendapat penanganan."
"Karena tidak mondok atau rawat inap, korban dibawa pulang ke rumah ibunya. Nah, saat ini tim dari DP3A - UPTD sedang mengawal pendampingan di sana," kata Eko kepada TribunJateng.com, Jumat (19/6/2026).
Meski begitu, korban disebut masih syok dan belum bisa dimintai keterangan.
"Karena korban masih dalam keadaan syok, sehingga besok tim DP3A pasti mendampingi ke sana kalau syoknya sudah mereda. Karena kami tahu, kejadiannya mendadak sekali. Pasiennya sudah syok, tidak mau bercerita, dan mau istirahat," ujarnya.
Siswa yang berada di lokasi penusukan, ujarnya, juga akan diberikan trauma healing.
"Pasti itu akan menimbulkan trauma bagi anak-anak, khususnya. Kami akan mengadakan trauma healing untuk anak-anak," ujar Eko.