Update Kondisi Penambang Tertimpa Material Gunung Semeru, Kini Dinyatakan Meninggal Dunia
Luky Setiyawan June 21, 2026 08:39 PM

TRIBUNJATIMTIMUR.COM - Update kondisi penambang semeru tertimbun material panas sisa erupsi Gunung Semeru. Kini dinyatakan meninggal dunia.

Insiden ini terjadi ketika korban bekerja di area tambang pasir bawah Gladak Perak.

Korban sempat mendapatkan perawatan intensif di Ruang ICU RSUD dr. Haryoto Lumajang, lantaran mengalami luka bakar mencapai 80 persen di sekujur tubuhnya.

Baca juga: Penambang Pasir Luka Bakar 80 Persen Tertimpa Material Panas Erupsi Semeru

Direktur RSUD dr. Haryoto Lumajang, dr. Wawan Arwijanto, mengatakan bahwa korban meninggal dunia Minggu (21/6/2026) pada pukul 07.47 WIB, di Ruang ICU RSUD dr. Haryoto Lumajang.

"Iya meninggal dunia pukul 07.47 pagi tadi," kata Wawan melalui pesan WhatsApp, Minggu (21/6/2026), dilansir dari Kompas.com.

Wawan menjelaskan bahwa penyebab kematian korban adalah luka bakar yang mencapai 80 persen.

"Luka bakar 80 persen jadi penyebab meninggalnya korban," ungkapnya.

Dia lantas memastikan bahwa RSUD dr. Haryoto Lumajang telah memberikan penanganan terbaik untuk menyelamatkan nyawa korban.

Baca juga: Gunung Semeru Erupsi 8 Kali dan Luncurkan Lava Pijar, PVMBG Tetapkan Radius Bahaya

Respons Bupati Lumajang

Merespons kejadian tersebut, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, melakukan evaluasi aktivitas pertambangan pasir di aliran sungai yang berhulu ke Gunung Semeru agar berakhir pukul 18.00 WIB.

"Aktivitas tambang pasir hendaknya berakhir pukul 18.00 WIB, di atas jam 6 sore tidak boleh lagi ada aktivitas pertambangan," kata Indah di RSUD dr. Haryoto Lumajang, Sabtu.

Indah menyebut, sampai saat ini masih banyak aktivitas tambang di malam hari, meski sudah dilarang oleh pemerintah.

Larangan dilakukan karena aktivitas malam di area pertambangan sangat berbahaya lantaran jarak pandang yang terbatas.

Ditambah lagi, kondisi Gunung Semeru yang fluktuatif sewaktu-waktu bisa mengeluarkan APG maupun banjir lahar.

"Di Gunung Semeru masih ada jutaan ton material, ini sangat berisiko apalagi di atas gunung sering hujan, apabila material itu terbawa sangat berbahaya," ujar Indah.

Dalam waktu dekat, Indah berencana untuk melakukan koordinasi dengan para kepala desa yang terdapat aktivitas pertambangan agar memastikan tidak ada lagi aktivitas pertambangan di malam hari.

Baca juga: Gunung Semeru Erupsi 6 Kali dalam 6 Jam, Status Siaga dan Warga Diminta Waspada

Update Status Gunung Semeru

Adapun, saat ini status Gunung Semeru masih berada pada level III atau Siaga.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau, warga untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara, di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru.

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga dilarang melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer (km) dari puncak.

(TribunJatimTimur.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.