Baca juga: Perkuat Ketahanan Pangan, Polsek Semende dan Warga Desa Batu Surau Tanam Jagung di Lahan Kosong
SRIPOKU.COM, MUARA ENIM - Di tengah fluktuasi harga bahan pokok yang semakin tinggi, masyarakat Muara Enim Sumatera Selatan kini mulai mencari alternatif kreatif yakni dengan memanfaatkan pekarangan rumah sebagai basis ketahanan pangan keluarga.
Meski perkarangan terbatas dan tidak memerlukan modal besar atau keahlian khusus, namun hasilnya cukup efektif tidak hanya untuk menekan pengeluaran belanja harian, tetapi juga sebagai upaya menjamin ketersediaan pangan yang sehat dan berkualitas bagi anggota keluarga.
"Dengan metode seperti hidroponik, serta penggunaan polibag dan pot di lahan sesempit apa pun bisa disulap menjadi area produktif," ujar Muhamad Alham (28), warga Muara Enim, Minggu (21/6/2026).
Menurut Alham, dengan perkarangan minimalis, namun kita bisa menanam tanaman jenis sayuran cepat panen seperti Sawi, kangkung, bayam, daun bawang, kesel, kacang, selada, timun, labu siam dan sebagainya.
Dan untuk perlengkapan bumbu dapur bisa juga kita tanam cabai, tomat, jahe, lengkuas, kunyit, kemangi dan sebagainya.
"Awalnya hanya iseng, namun sekarang sudah menjadi hobi. Apalagi sejak harga kebutuhan tinggi terutama untuk cabe (cabai). Malah kalau kita tanam sendiri itu lebih fresh dan terjamin karena tidak menggunakan pestisida," ujarnya.
Di sisi lain, aktivitas berkebun di lingkungan rumah juga terbukti menjadi sarana rekreasi hijau yang efektif.
Melalui gerakan sederhana ini, ketahanan pangan nasional sejatinya dapat diawali dari skala terkecil, yaitu dari halaman rumah kita sendiri.