TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sadar akan tingginya kecemasan generasi muda menghadapi masa depan ekonomi, Bidang Kepemudaan DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengambil langkah konkret.
PKS menggelar Webinar Nasional Muda Mandiri 2026 bertajuk “Mandiri Finansial, Produktif dan Siap Memimpin” di Aula Kantor DPTP PKS, Jakarta, Minggu (21/6/2026).
Ratusan anak muda dari berbagai penjuru tanah air antusias memadati ruang digital demi membedah strategi bertahan dan bangkit di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini.
Sekretaris Bidang Kepemudaan DPP PKS, Henda Yusamtha, tidak menampik adanya kegelisahan akut yang sedang melanda gen-Z dan milenial terkait masa depan keuangan mereka.
Lewat gerakan Muda Mandiri, PKS hadir untuk mendobrak kecemasan tersebut menjadi sebuah peluang.
"Acara ini kami buka seluas-luasnya untuk umum, bukan cuma kader PKS. Kami ingin memberikan ruang bagi anak muda Indonesia untuk upgrade diri, mandiri secara finansial, dan menjadi pribadi yang berdaya," ujar Henda.
Henda menambahkan, gerakan ini ditargetkan melahirkan pionir-pionir baru yang mampu membawa perubahan ekonomi, minimal dimulai dari lingkungan keluarga mereka sendiri.
Untuk mencapai hal itu, PKS membekali para peserta dengan tiga pilar utama:
Baca juga: PKS Targetkan 1,7 Juta Relawan Sahabat PKS Jadi Juru Damai Masalah Warga
Sementara itu, Ketua Departemen Pengembangan dan Kepeloporan DPP PKS sekaligus Ketua Panitia Acara, Izharul Haq, menekankan bahwa idealisme anak muda harus ditopang oleh kemandirian ekonomi yang kokoh agar tidak sekadar menjadi wacana.
"Untuk bisa berkontribusi maksimal bagi umat dan bangsa, kita butuh dukungan finansial yang kuat. Kita perlu bekerja, berdagang, dan berusaha. Kalau ekonomi kita mandiri, aksi nyata kita untuk masyarakat akan jauh lebih besar dan berdampak luas," tegas Izhar.
Izhar berharap, lewat program yang berkelanjutan ini, peran pemuda sebagai agent of change tidak lagi terbatas pada gagasan di atas kertas, melainkan mewujud dalam gerakan ekonomi yang produktif, adaptif, dan siap memimpin bangsa di masa depan.