SERAMBINEWS.COM - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengungkapkan bahwa aset Iran senilai 6 miliar dolar AS (sekitar Rp97 triliun) yang selama ini dibekukan di Qatar akan segera dicairkan dan dikembalikan ke Teheran.
Langkah tersebut disebut menjadi bagian dari kesepakatan awal yang dicapai dalam pembicaraan terbaru antara Iran dan Amerika Serikat.
Dalam pernyataannya yang disiarkan televisi pemerintah Iran, IRIB, Minggu (22/6/2026), Pezeshkian menyatakan pencairan dana tersebut akan menjadi salah satu hasil konkret dari dimulainya kembali proses negosiasi kedua negara.
"Dengan dimulainya negosiasi hari ini, 6 miliar dolar AS yang kami miliki di Qatar juga akan dicairkan dan dikembalikan ke negara kami," ujar Pezeshkian.
Meski membuka ruang dialog dengan Washington, Presiden Iran menegaskan negaranya tidak akan mengorbankan hak untuk memperkaya uranium.
Baca juga: Pembicaraan Resmi AS-Iran Dimulai di Swiss, Gencatan Senjata Lebanon dan Aset Iran jadi Isu Utama
"Kami tidak akan pernah melepaskan hak kami untuk memperkaya uranium, dan pihak lain pada akhirnya harus menerima kenyataan tersebut," tegasnya.
Pezeshkian juga berusaha meredakan kekhawatiran internasional terkait program nuklir Iran. Ia menegaskan Teheran tidak memiliki agenda untuk mengembangkan senjata nuklir.
"Kami tidak memiliki niat untuk membuat senjata nuklir. Posisi ini bukan hal baru dan telah berulang kali ditegaskan oleh Pemimpin Revolusi Islam selama bertahun-tahun," katanya.
Sementara itu, delegasi Amerika Serikat dan Iran telah tiba di Swiss untuk menjalani negosiasi teknis lanjutan berdasarkan nota kesepahaman yang ditandatangani pada Rabu lalu. Kesepakatan tersebut bertujuan mengakhiri ketegangan berkepanjangan di Timur Tengah sekaligus membuka kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.
Pembicaraan yang berlangsung di Burgenstock itu dipimpin oleh Wakil Presiden AS JD Vance. Dari pihak Iran, delegasi dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf bersama Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, dengan Pakistan bertindak sebagai mediator.
Jika kesepakatan ini berhasil diwujudkan, pencairan dana 6 miliar dolar AS dapat menjadi sinyal positif bagi hubungan Iran-AS yang selama bertahun-tahun diwarnai konflik, sanksi ekonomi, dan ketegangan terkait program nuklir Teheran.(*)