Laporan Wartawan Serambi Indonesia Saifullah | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Sebanyak 168 atlet Tarung Derajat dari berbagai kabupaten dan kota di Aceh berhasil memastikan tiket menuju Pekan Olahraga Aceh (PORA) XV Aceh Jaya setelah mengikuti babak kualifikasi atau Pra PORA Tarung Derajat Tahun 2026.
Kejuaraan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kompleks Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh tersebut resmi ditutup pada Minggu (21/6/2026).
Ajang kualifikasi itu diikuti oleh 19 Pengurus Cabang (Pengcab) Tarung Derajat kabupaten/kota se-Aceh.
Selama beberapa hari pelaksanaan, para atlet bersaing ketat untuk memperebutkan posisi terbaik.
Sekaligus mengamankan tiket tampil pada pesta olahraga terbesar tingkat provinsi yang akan digelar di Kabupaten Aceh Jaya.
Ketua panitia menyebutkan, dari seluruh nomor yang dipertandingkan, sebanyak 168 atlet putra dan putri dinyatakan lolos ke PORA XV di Aceh Jaya.
Baca juga: Empat Petarung Pidie Lolos ke Final Pra PORA 2026 Cabang Tarung Derajat
Sistem kelolosan ditentukan berdasarkan hasil pertandingan di setiap kelas dan nomor yang dipertandingkan.
Untuk kategori tarung perorangan, atlet yang berhak lolos ke PORA terdiri atas juara pertama, juara kedua, serta juara ketiga bersama.
Selain itu, terdapat tambahan atlet yang lolos berdasarkan kuota kualifikasi serta satu kuota wildcard yang diberikan kepada tuan rumah PORA, yakni Kabupaten Aceh Jaya.
Dengan mekanisme tersebut, setiap nomor diikuti oleh delapan atlet yang berhak tampil pada PORA mendatang.
Selain nomor tarung perorangan, cabang olahraga Tarung Derajat juga mempertandingkan berbagai nomor seni gerak.
Pada kategori ini, lima daerah berhasil mengamankan tiket kelolosan ditambah satu slot khusus bagi tuan rumah.
Pada nomor seni gerak tunggal putra, Pengcab Pidie tampil sebagai yang terbaik dengan meraih juara pertama.
Posisi kedua ditempati Banda Aceh, sedangkan Aceh Besar harus puas di peringkat ketiga.
Baca juga: Pra PORA Tarung Derajat 2026 Dimulai, 19 Pengcab Berebut Tiket ke Aceh Jaya
Sementara itu, pada nomor seni gerak tunggal putri, Aceh Besar berhasil meraih gelar juara, disusul Banda Aceh sebagai runner-up dan Pidie di posisi ketiga.
Persaingan sengit juga terjadi pada nomor Gerak Tarung (Getar).
Untuk kategori putra, Kota Subulussalam keluar sebagai juara pertama, diikuti Banda Aceh dan Aceh Besar.
Sedangkan pada kategori putri, atlet Pidie berhasil meraih medali emas, sementara Banda Aceh menempati posisi kedua dan ketiga.
Pada nomor Gerak Bertahan Menyerang (Gharang), Aceh Singkil menunjukkan dominasinya dengan merebut posisi juara pertama.
Subulussalam berada di posisi kedua dan Aceh Besar di peringkat ketiga.
Keberhasilan Aceh Singkil berlanjut pada nomor Ranger Putri dengan kembali meraih medali emas.
Aceh Besar meraih perak dan Subulussalam mendapatkan perunggu.
Sementara itu, pada nomor Gerak Tarung Beregu Campuran, Aceh Singkil kembali tampil impresif dengan meraih juara pertama.
Posisi kedua ditempati Subulussalam, sedangkan Banda Aceh berhasil mengamankan tempat ketiga.
Secara keseluruhan, Kabupaten Pidie tampil sebagai juara umum pada Babak Kualifikasi PORA Tarung Derajat 2026.
Kontingen Pidie mengumpulkan enam medali emas, dua perak, dan empat perunggu.
Posisi runner-up diraih Aceh Singkil dengan torehan empat emas, satu perak, dan satu perunggu.
Sementara peringkat ketiga ditempati Kota Lhokseumawe yang berhasil mengoleksi empat medali emas dan dua medali perunggu.
Penutupan kegiatan dilakukan oleh Wakil Ketua II KONI Aceh, Bachtiar Hasan.
Dalam sambutannya, Bachtiar Hasan memberikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial, dan panitia yang telah menyukseskan pelaksanaan babak kualifikasi.
Bachtiar menilai, cabang olahraga Tarung Derajat terus menunjukkan perkembangan yang positif di Aceh.
Oleh karena itu, ia berharap cabang olahraga tersebut dapat masuk dalam program Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) sentralisasi sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2028 yang akan berlangsung di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Menurutnya, agenda terdekat yang harus dipersiapkan adalah PORA Aceh Jaya yang direncanakan digelar dalam waktu dekat, meski jadwal pelaksanaannya masih menunggu keputusan resmi Pemerintah Aceh.
Selain itu, Bachtiar juga menyinggung masa kepengurusan Pengurus Provinsi Tarung Derajat Aceh yang akan berakhir pada tahun ini.
Ia berharap kepemimpinan saat ini dapat kembali melanjutkan program pembinaan mengingat berbagai prestasi yang telah dicapai.
Termasuk keberhasilan pembangunan Gedung Kawah Tarung Derajat di Kompleks Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh.
Dengan berakhirnya babak kualifikasi ini, para atlet yang telah memastikan tiket ke PORA diharapkan segera mempersiapkan diri secara maksimal untuk menghadapi persaingan yang lebih ketat di Aceh Jaya.
Kompetisi tersebut akan menjadi ajang pembuktian kemampuan sekaligus kesempatan bagi atlet terbaik Aceh untuk menunjukkan prestasi di tingkat yang lebih tinggi.(*)