Resmi Dilantik, Pengurus PMI Sulut Mandat 2026-2031 Dituntut Siap Siaga untuk Kemanusiaan
Rizali Posumah June 22, 2026 02:22 AM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Semangat baru menyelimuti jajaran pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) masa bakti 2026-2031.

Usai resmi dilantik, mereka langsung menerima instruksi tegas dari Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus (YSK), untuk segera turun ke lapangan dan menjalankan misi kemanusiaan.

Pelantikan yang berlangsung khidmat di Wisma Negara Bumi Beringin, Kota Manado, pada Senin (15/6/2026) ini, dihadiri langsung oleh Ketua Umum PMI Pusat, Jusuf Kalla (JK).

Kehadiran Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 tersebut disambut hangat oleh Gubernur YSK bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulut sejak mendarat di Manado.

Dalam sambutannya, YSK menekankan bahwa kepengurusan PMI yang baru harus adaptif, tangkas, dan mampu menjawab berbagai tantangan kemanusiaan di Bumi Nyiur Melambai.

Terlebih, posisi PMI sangat strategis dalam membantu masyarakat, mulai dari penanggulangan bencana, pelayanan kesehatan, hingga urusan pemenuhan kebutuhan darah.

"Kepada seluruh pengurus yang baru dilantik, saya berharap langsung bekerja dan mengedepankan gerak cepat untuk kemanusiaan. Tantangan ke depan membutuhkan kesiapan, koordinasi, dan respons yang cepat," kata YSK.

Gubernur juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulut berkomitmen penuh untuk memperkuat sinergi dengan PMI demi mengoptimalkan pelayanan bagi warga.

Bagi YSK, kedatangan JK ke Sulawesi Utara bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah suntikan moral yang besar.

"Ini merupakan kehormatan bagi Sulawesi Utara. Kehadiran Bapak Jusuf Kalla tentu memberikan semangat dan motivasi bagi seluruh pengurus PMI untuk bekerja lebih baik dalam menjalankan tugas kemanusiaan," ujarnya.

Di sisi lain, Ketua Umum PMI Pusat Jusuf Kalla memberikan pembekalan penting bagi kepengurusan periode 2026-2031.

JK mengingatkan esensi utama PMI sebagai organisasi yang inklusif dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan murni tanpa memandang latar belakang masyarakat yang dibantu.

JK juga mendorong pengurus PMI Sulut yang baru untuk segera melakukan konsolidasi internal.

Salah satu poin krusialnya adalah memperkuat jaringan relawan hingga menyentuh tingkat desa dan kelurahan, agar pelayanan kemanusiaan bisa lebih inklusif dan menjangkau wilayah pelosok.

Acara pelantikan monumental ini diakhiri dengan pemberian ucapan selamat kepada seluruh pengurus PMI Sulut masa bakti 2026-2031 oleh Jusuf Kalla bersama Gubernur Yulius Selvanus Komaling.

MAKNA

1) Memperkuat pelayanan kemanusiaan di Sulawesi Utara, terutama dalam penanganan bencana, donor darah, dan bantuan sosial.

2) Menegaskan komitmen sinergi antara Pemerintah Provinsi Sulut dan PMI dalam menghadirkan layanan kemanusiaan yang cepat, tepat, dan menjangkau seluruh masyarakat.

3) Mendorong budaya gerak cepat (quick response) sebagaimana ditekankan Gubernur YSK agar PMI mampu merespons kondisi darurat tanpa menunggu.

4) Menjadi momentum konsolidasi organisasi PMI, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, bahkan desa dan kelurahan, agar jaringan relawan semakin kuat.

5) Meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana, mengingat Sulawesi Utara merupakan daerah yang rawan gempa bumi, letusan gunung api, banjir, dan tanah longsor.

6) Memberikan motivasi kepada pengurus baru melalui kehadiran Ketua Umum PMI Pusat Jusuf Kalla, yang selama ini dikenal memiliki pengalaman panjang dalam misi-misi kemanusiaan nasional maupun internasional.

7) Menegaskan bahwa kemanusiaan adalah tanggung jawab bersama, sehingga kolaborasi antara pemerintah, PMI, relawan, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam memberikan pelayanan terbaik bagi warga Sulawesi Utara.

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.