Hadirnya WST 2026 Menjadi Penyegaran bagi Sepak Bola Wanita Muria Raya
Putri Annisa Maharani June 22, 2026 08:33 AM

WST
Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton dan Program Director MilkLife Soccer Challenge dan HYDROPLUS Soccer League Teddy Tjahjono beserta perwakilan Djarum Foundation melaksanakan kick-off Women’s Soccer Trilogy 2026 yang akan berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada Juni hingga Agustus mendatang. Suasana di kawasan Alun-alun Simpang 7 Kudus pada Minggu (21/6) tersebut juga diramaikan oleh atlet MLSC yang menggiring bola mengitari Alun-alun Simpang 7 Kudus.

BOLASPORT.COM - Women’s Soccer Trilogy (WST) 2026 yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada Juni hingga Agustus mendatang bakal menjadi penyegarang bagi Sepak Bola Wanita Muria Raya.

Rangkaian yang terdiri dari MilkLife Soccer Challenge All-Stars U-12 (23-28 Juni), HYDROPLUS Soccer League All-Stars U-15 & U-18 (5-12 Juli), dan Srikandi Merdeka Cup U-16 (14-23 Agustus) tersebut menjadi jalur pembinaan berkesinambungan yang dirancang untuk memperluas talent pool sekaligus melahirkan calon-calon pemain tim nasional putri Indonesia.

Suasana di kawasan Alun-alun Simpang 7 Kudus pada Minggu (21/6/2926) tersebut juga diramaikan oleh atlet MLSC yang menggiring bola mengitari Alun-alun Simpang 7 Kudus.

Kehadiran turnamen sepak bola putri yang terselenggara secara berjenjang dan berkelanjutan menjadi oase bagi para atlet muda di kawasan Muria Raya untuk mengejar mimpi menjadi pesepakbola profesional.

Rangkaian Women's Soccer Trilogy 2026 menjadi motivasi tersendiri bagi calon srikandi untuk terus meningkatkan kemampuan.

Queisha Sava Azzalfa dari SDUT Bumi Kartini Jepara merasakan perkembangan sepak bola putri yang semakin pesat. Pengalaman bertanding mulai dari KU 12 MilkLife Soccer Challenge hingga U-15 HYDROPLUS Soccer League membuatnya merasakan atmosfer kompetisi yang semakin kompetitif di setiap jenjang.

Penampilan apiknya juga mengantarkan Queisha memperkuat tim Indonesia pada ajang JSSL Singapore 7's 2025, salah satu turnamen sepak bola putri terbesar di Asia.

Tak hanya itu, ia juga menorehkan prestasi bagus dengan meraih penghargaan Best Goalkeeper sebanyak empat kali di ajang MilkLife Soccer Challenge. 

"Sepak bola putri sudah semakin berkembang, semakin banyak pula yang ikut bermain," kata Queisha.

"Menurut sayasetiap tingkatan ada kesulitannya sendiri, seperti di MLSC kita mendalami teknik dasar, tetapi saat di HYDROPLUS Soccer League kita main teknik yang baik."

"Saya harus lebih bekerja keras lagi dan pantang menyerah karena saya ingin jadi pesepakbola profesional."

Antusiasme untuk semakin menekuni dunia sepak bola datang dari Sabrina Dwi Ristiyana siswi SDN Jambean 02 Pati yang baru saja membawa gelar juara tim sekaligus memenangkan penghargaan Best Player KU 12 MLSC Kudus Seri 2 2025-2026 pada bulan Mei lalu.

Bina, sapaan akrabnya, bersyukur memiliki kesempatan berkembang di dunia sepak bola melalui rangkaian kompetisi yang bertahap sesuai dengan kemampuannya.

"Alhamdulilah terpilih untuk tim MLSC All-Stars Kudus karena di sini persaingannya sangat ketat. Kini saya  punya pengalaman bertanding yang banyak," kata Bina.

"Rasanya lebih tertantang dari bertanding di level SD terus meningkat di level selanjutnya ada HYDROPLUS Soccer League."

"Saya tidak sabar untuk menonton Srikandi Merdeka Cup nanti."

"Karena pasti akan seru, untuk mengambil pelajaran bagaimana cara bermain di level timnas."

"Saya akan ajak seluruh keluarga saya untuk menonton," ujar Bina.

Salah satu atlet asal Kudus yang bersemangat menyambut Women’s Soccer Trilogy 2026 adalah Ghaitsa Luffi Arachman siswi kelas 5 SD Unggulan Muslimat NU Kudus.

Penyerang tim MLSC All-Stars Kudus ini mengaku senang, sebab kini pesepakbola putri seperti dirinya memiliki wadah bertanding untuk terus mengasah kemampuan dengan kompetisi yang berkesinambungan.

Terlebih, Ghaitsa telah melakoni pertandingan sepak bola putri sejak turun di KU 10 MLSC di tahun 2024 hingga akhirnya mampu bermain di U-15 pada tahun ini.

"Senang sekali sekarang kami yang suka sepak bola sudah punya wadah turnamen jadi bisa memiliki target, kalau SD bermain di MLSC lalu setelahnya bermain di HYDROPLUS Soccer League," ungkap Ghaitsa.

"Karena ada kompetisi ini, saya juga memiliki tujuan yang jelas."

"Apalagi nanti ada Srikandi Merdeka Cup di Kudus, rasanya senang banget bisa melihat pertandingan tingkat internasional, itu jadi tambahan motivasi untuk saya agar giat berlatih."

"Siapa tahu suatu saat akan juga bisa main bareng Timnas Indonesia seperti kakak-kakak nanti,” tutup Ghaitsa penuh harap.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.