Ambulans Terhalang Konvoi Perguruan Silat, Pasien Kondisi Kritis Meninggal
Arie Noer Rachmawati June 22, 2026 09:14 AM

Sebuah insiden yang terjadi di tengah konvoi perayaan pengesahan anggota baru salah satu perguruan silat di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah berakhir tragis.

Seorang pasien dalam kondisi kritis meninggal dunia setelah ambulans yang membawanya mengalami hambatan di perjalanan menuju fasilitas kesehatan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu malam (20/6/2026) di jalur utama Solo–Tawangmangu yang saat itu dipadati ratusan peserta konvoi.

Massa yang mengenakan pakaian serba hitam memenuhi ruas jalan sambil menggelar perayaan dengan menyalakan kembang api dan menggeber kendaraan berknalpot bising.

Di tengah kepadatan tersebut, sebuah ambulans yang membawa Hadi Sukat (60), warga Karangpandan, berupaya menuju Puskesmas Karangpandan.

Namun laju kendaraan darurat itu sempat terhambat karena sulit menembus kerumunan di jalan.

Setelah tiba di puskesmas, Hadi Sukat dinyatakan telah meninggal dunia sebelum memperoleh penanganan medis lebih lanjut.

Keluarga korban menyampaikan kekecewaan atas kondisi lalu lintas yang dinilai tidak tertib sehingga menghambat perjalanan ambulans.

Salah satu relawan Karangpandan (Rendan), Agung menjelaskan, banyak ambulans sedang beroperasi di wilayah tersebut.

“Saat itu, banyak ambulans fokus ke Bangsri (kebakaran pabrik briket)."

"Kemudian ada ambulans di RSDM dr Moewardi Surakarta seusai mengantar orang terluka (tiga orang terkena luka bacok di Desa Ngemplak, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar),” kata Agung seperti dilansir dari Tribun Solo, Minggu (21/6/2026).

Agung menyebut, ambulans RSDM dr Moewardi Surakarta itu kemudian bergerak menuju rumah pasien di Dusun Bulurejo, Desa Karangpandan.

Namun di tengah perjalanan, kendaraan tersebut terhenti karena jalan dipenuhi massa konvoi.

“Saat menuju ke rumah pasien, perjalanan mobil ambulans terhalang sama mereka di jalan Solo-Tawangmangu, tak bisa dilewati,” ungkapnya.

Ambulans Tunggu Akses Dibuka

Menurut Agung, ambulans sempat tidak dapat melintas karena jalan dipenuhi peserta konvoi.

“Di sana banyak sekali orang, sempat stuck, tapi akhirnya bisa ke rumah pasien,” katanya.

Kondisi serupa juga terjadi saat ambulans membawa pasien menuju Puskesmas Karangpandan.

Kendaraan harus membelah kerumunan massa untuk bisa melanjutkan perjalanan.

Namun saat tiba di Puskesmas, nyawa pasien tidak dapat diselamatkan.

“Saat sampai di Puskesmas, kondisinya dicek dan sudah tidak ditemukan denyut nadi dan dinyatakan meninggal,” ujar Agung.

Perjalanan Terhambat Konvoi

Di sisi lain, pihak keluarga almarhum menyayangkan adanya gangguan akses jalan saat kondisi darurat terjadi.

Putri almarhum, Dwi Purnamasari (36) berharap kejadian serupa tidak terulang.

“Harusnya mereka bisa mengatur jalan, harusnya kendaraan lain diberi ruang agar yang lainnya tidak terhalangi."

"Intinya kalau saya secara pribadi, jangan sampai menganggu pengguna jalan yang lain. Sangat disayangkan, itu acara setahun sekali harusnya bisa menempatkan,” tambahnya.

Dwi menyebut, mengetahui kondisi ayahnya memburuk sejak dini hari, namun perjalanan menuju lokasi terhambat konvoi massa.

Sebagai informasi, jenazah telah dimakamkan pada pukul 12.00 di TPU Nongko 2, Dusun Gedangan, Desa Karangpandan, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar.

Pihak keluarga mengenang almarhum sebagai sosok yang mengayomi dan dekat dengan keluarga maupun lingkungan sekitar.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.