POS-KUPANG.COM - TUNTUTLAH ilmu sampai ke negeri China, demikian pesan bernas pepatah populer. Lewat gelaran Universitas Nusa Cendana Education Fair 2026 yang diinisiasi oleh International Relations Office (IRO), masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) diajak memanfaatkan momentum emas untuk berburu beasiswa penuh (fully funded) maupun parsial demi menembus kampus impian di berbagai belahan dunia.
Pesan dari pepatah tersebut sangat jelas yaitu mengajarkan bahwa untuk mendapatkan pengetahuan luas dan mendalam, seseorang tidak boleh terbatas pada lingkungan atau negara tempat tinggalnya saja.
Pepatah tersebut juga memotivasi agar seseorang harus berjuang, tekun dan tabah demi mengenyam pendidikan yang lebih baik untuk masa depan.
Namun, bagi sebagian besar masyarakat kita terutama di Flobamora, melanjutkan pendidikan ke luar negeri sering kali dianggap sebagai pilihan mewah. Biaya pendidikan dan biaya hidup yang mahal menjadi penghalang utama. Oleh karena itu, program beasiswa menjadi jalur krusial yang memungkinkan siswa dan mahasiswa di NTT untuk menempuh jenjang S1, S2, hingga S3 di lembaga pendidikan internasional.
Demi membuka cakrawala tersebut, IRO Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar Undana Education Fair 2026. Ketua IRO Undana, Santri E. P. Djahimo, mengatakan bahwa jumlah institusi internasional yang berpartisipasi dalam kegiatan ini cukup banyak dan berasal dari berbagai negara.
Menurut Santri Djahimo, kegiatan ini menjadi momentum yang sangat tepat bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mencari informasi valid mengenai berbagai peluang beasiswa internasional. Beasiswa luar negeri merupakan skema bantuan pendanaan pendidikan yang diberikan oleh pemerintah, universitas, atau lembaga swasta.
Melalui pameran ini, sejumlah program beasiswa ternama diperkenalkan kepada peserta. Dari Pemerintah Indonesia, terdapat Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) yang dikelola oleh kementerian terkait, serta beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk jenjang S2 dan S3.
Pemerintah asing juga menawarkan program prestisius seperti Chevening (Inggris), Fulbright (Amerika Serikat), Australia Awards Scholarships (Australia), MEXT (Jepang), dan DAAD (Jerman).
Selain itu, universitas top dunia turut menawarkan pendanaan mandiri untuk mahasiswa internasional, seperti Gates Cambridge Scholarship di University of Cambridge dan Clarendon Scholarship di University of Oxford.
Bagi calon mahasiswa yang berminat, informasi detail mengenai program-program tersebut dapat diakses secara mandiri melalui berbagai situs resmi di internet.
Namun, perlu dicatat bahwa penguasaan bahasa Inggris yang diakui secara internasional—seperti skor IELTS atau TOEFL—menjadi syarat wajib yang harus dipenuhi. Selain kemampuan bahasa, calon pendaftar juga harus mulai mempersiapkan dokumen wajib sejak dini.
Dokumen tersebut meliputi biodata atau Curriculum Vitae (CV), transkrip nilai, surat rekomendasi, personal statement atau esai motivasi, serta dokumen perjalanan seperti paspor dan visa belajar setelah dinyatakan lolos seleksi. Tak lupa pula mempelajari budaya masyarakat di negara tempat seseorang akan menimba ilmu. (*)