Polisi Masih Buru 1 Jambret Lagi yang Ikut Tewaskan ASN Wanita Surabaya, Terungkap Perannya
Putra Dewangga Candra Seta June 22, 2026 12:05 PM

 

SURYA.co.id, SURABAYA – Polrestabes Surabaya masih memburu satu pelaku penjambretan yang terlibat dalam aksi perampasan tas hingga menyebabkan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Pertanahan Kota Surabaya II meninggal dunia di Jalan Kusuma Bangsa, Kecamatan Genteng.

Meski dua pelaku telah berhasil diamankan, polisi memastikan masih ada satu anggota komplotan yang kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Pengejaran terus dilakukan untuk mengungkap seluruh rangkaian kejahatan yang berujung pada tewasnya korban berinisial WR (28).

Dua Pelaku Ditangkap, Satu Masih Diburu

Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya, Iptu Evan Caesar Ibrahim, menjelaskan bahwa salah satu pelaku yang berhasil ditangkap berinisial N (23), warga Jalan Dupak Bandarejo, Krembangan.

“Peran tersangka yang sudah ditangkap ini sebagai joki dan eksekutor. Pelaku ditangkap di kediamannya di Jalan Dupak Bandarejo,” kata Evan ketika dikonfirmasi, Jumat (19/6/2026), diktuip SURYA.co.id dari Kompas.com.

Meski demikian, penyidik masih memburu satu pelaku lain yang diduga ikut berperan dalam aksi penjambretan tersebut.

“Saat ini Polrestabes Surabaya masih mengejar pelaku lainnya yang turut dalam proses penjambretan, hingga menyebabkan korban, WR (28) meninggal dunia di lokasi kejadian,” ujarnya.

Korban Dijambret Saat Mengendarai Motor Sendirian

PELAKU JAMBRET DI SURABAYA - Tangkapan layar video interogasi pelaku N (23), penjambret yang menewaskan Widya Riskyanti (28) ASN Staf Kantor Pertanahan Kota Surabaya II di Jalan Kusuma Bangsa, Genteng, Surabaya, Jawa Timur, atau di belakang gedung Mal Grand City pada Selasa (2/6/2026). Pelaku ditangkap Tim Jatanras Polrestabes Surabaya di kawasan Surabaya Utara saat sedang pesta narkoba bersama istrinya.
PELAKU JAMBRET DI SURABAYA - Tangkapan layar video interogasi pelaku N (23), penjambret yang menewaskan Widya Riskyanti (28) ASN Staf Kantor Pertanahan Kota Surabaya II di Jalan Kusuma Bangsa, Genteng, Surabaya, Jawa Timur, atau di belakang gedung Mal Grand City pada Selasa (2/6/2026). Pelaku ditangkap Tim Jatanras Polrestabes Surabaya di kawasan Surabaya Utara saat sedang pesta narkoba bersama istrinya. (istimewa)

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, aksi penjambretan dilakukan oleh pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor. Mereka mengincar korban yang saat itu sedang berkendara seorang diri.

“Pelaku ini berboncengan sepeda motor dengan temannya yang saat ini DPO (daftar pencarian orang). Kemudian mengambil tas korban yang mengendarai sepeda motor seorang diri,” ujarnya.

Aksi perampasan tersebut berujung fatal. Korban mengalami kecelakaan dan meninggal dunia di lokasi kejadian setelah tas yang dibawanya dirampas pelaku.

Baca juga: Kelakuan Jambret yang Tewaskan ASN Wanita Surabaya Sebelum Ditangkap, Sempat Pesta Barang Haram

Tersangka Ternyata Residivis Aksi Jambret

Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan fakta bahwa tersangka N bukan kali pertama melakukan tindak kriminal.

Ia diketahui telah berulang kali melakukan penjambretan di sejumlah titik di Surabaya.

Tercatat, tersangka sudah enam kali melakukan aksi jambret serta terlibat dalam pencurian satu unit sepeda motor.

Lokasi kejahatan yang pernah menjadi sasaran antara lain Jalan Genteng, Jalan Bubutan, Jalan Pasar Loak, Jalan Osowilangun, Jalan Cepu, Jalan Gubeng, dan Jalan Kalibutuh.

Temuan ini memperkuat dugaan bahwa pelaku merupakan bagian dari jaringan pelaku kejahatan jalanan yang cukup aktif beroperasi di sejumlah wilayah Kota Surabaya.

Polisi Sita CCTV dan Barang Milik Korban

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang dinilai penting untuk memperkuat proses hukum terhadap para tersangka.

“Barang buktinya, Rekaman CCTV Sekitar tempat kejadian, identitas dan kartu ATM korban yang dibawa tersangka, pakaian yang dikenakan saat melakukan aksi dan tas korban,” pungkas Evan.

Rekaman CCTV menjadi salah satu alat bukti utama yang membantu penyidik mengidentifikasi para pelaku dan melacak pergerakan mereka sebelum maupun sesudah kejadian.

Kasus ini menunjukkan bahwa kejahatan jalanan seperti penjambretan masih menjadi ancaman serius di kawasan perkotaan.

Fakta bahwa tersangka telah melakukan aksi serupa di sejumlah lokasi mengindikasikan adanya pola kejahatan yang berlangsung berulang sebelum akhirnya terungkap setelah menimbulkan korban jiwa.

Keberhasilan polisi menangkap dua pelaku menjadi langkah penting dalam penegakan hukum.

Namun, pengejaran terhadap satu pelaku yang masih buron akan menjadi kunci untuk mengungkap secara utuh peran masing-masing anggota komplotan sekaligus mencegah kemungkinan aksi serupa terulang di kemudian hari.

1 Pelaku Berhasil Ditangkap

Tim Jatanras Polrestabes Surabaya akhirnya berhasil meringkus komplotan jambret sadis yang menyebabkan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Surabaya meninggal dunia beberapa waktu lalu.

Pelaku utama yang bertindak sebagai eksekutor terpaksa dihadiahi timah panas oleh petugas karena mencoba melawan saat penangkapan.

Berdasarkan video yang diunggah di instagram Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, pelaku tampak terkulai lemas di atas kasur perawatan dengan kaki kiri dibalut perban putih akibat tindakan tegas terukur dari pihak kepolisian.

Aksi terakhir pelaku yang menewaskan korban terjadi di kawasan Jalan Kusuma Bangsa, Surabaya, Jawa Timur.

Berdasarkan hasil analisis rekaman CCTV dari tiga Polsek terdekat, petugas berhasil mengidentifikasi pergerakan pelaku sebelum dan sesudah melancarkan aksinya.

Penyidik yang menangani kasus ini menjelaskan bahwa pelaku selalu mengincar korban yang lengah dari sisi kiri jalan.

"Kalau dari CCTV, tas korban berada di sebelah kiri. Berarti dia (pelaku) mengambil dari sisi kiri jalan, merampas (tas), lalu langsung beralih ke kanan. Korban langsung oleng dan jatuh, bahkan helmnya sampai kebanting," ujar salah satu penyidik di lokasi.

Penyelidikan mendalam mengungkap bahwa pemuda berusia 22 tahun ini merupakan penjahat kambuhan (residivis) yang sudah keluar masuk penjara sebanyak dua kali.

Tidak sendirian, dalam beberapa aksinya, pelaku bahkan kedapatan mengajak istrinya untuk ikut serta.

Berikut adalah rekam jejak kriminalitas pelaku:

  • Total Tempat Kejadian Perkara (TKP): Pelaku tercatat telah beraksi di 7 lokasi berbeda, dengan rincian 6 kasus penjambretan dan 1 kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
  • Wilayah Operasi: Pelaku kerap beroperasi di kawasan Genteng, Bubutan, Pasar Loak, Jalan Cepu, Gubeng, JNT Osowilangun, Kali Butuh, hingga Gundih PGS.
  • Penyalahgunaan Narkotika: Saat penangkapan, polisi juga mengamankan barang bukti berupa narkotika jenis sabu yang diduga dikonsumsi pelaku bersama istrinya.

Saat berada di ruang pemeriksaan, pelaku sempat mengeluh kedinginan akibat luka tembak yang diterimanya.

Namun, hal itu langsung mendapat teguran keras dari Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie, mengingat kekejaman pelaku yang telah merenggut nyawa orang lain.

"Kenapa? Dingin?! Itulah yang dirasakan korban saat itu," tegas Kombes Luthfie di depan pelaku, dikutip SURYA.co.id dari video instagram.

"Kamu ngerti enggak korbanmu kemarin yang terakhir? Gimana kondisinya? Mati! Enggak ada gunanya kamu hidup kalau begini," lanjutnya dengan nada geram.

Pelaku yang hanya bisa berbaring pun sempat melontarkan kata maaf atas perbuatannya.

"Saya salah, Pak," ucap pelaku lirih.

Petugas memastikan bahwa proses hukum akan berjalan dengan sangat tegas.

Setelah mendapatkan perawatan medis yang cukup atas luka tembaknya, pelaku beserta barang bukti dan anggota komplotan lainnya (termasuk joki motor) akan menjalani pemeriksaan intensif guna mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di pengadilan.

Pelaku terancam dijerat pasal berlapis terkait pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan kematian, serta undang-undang narkotika.

ASN Wanita Surabaya Korban Jambret Maut

Sebelumnya, Widya Riskyanti (28), staf Kantor Pertanahan Kota Surabaya II, dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama empat hari akibat menjadi korban penjambretan di Jalan Kusuma Bangsa, Genteng, Kota Surabaya pada Selasa (2/6/2026).

Kepergian Widya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga.

Di mata sang ibunda, Isnaini Budiarti (53), Widya merupakan sosok anak yang pendiam dan sangat berbakti.

Sepulang bekerja, almarhumah lebih memilih menghabiskan waktu di rumah bersama kedua adiknya.

Sejak ayahnya meninggal dunia setahun lalu, Widya memikul tanggung jawab besar sebagai tulang punggung keluarga.

 Ia bekerja gigih untuk membiayai kebutuhan sang ibu serta pendidikan kedua adiknya.

Kakak sulung korban, Irma Muslika (33), mengungkapkan bahwa Widya bahkan rela menunda rencana pernikahan demi memastikan adik-adiknya menyelesaikan pendidikan sekolah.

"Dia bilang tidak mau menikah sebelum adik-adik selesai sekolah," ungkap Irma dengan nada haru saat ditemui SURYA.co.id di Rusunawa Indrapura, Sabtu (6/6/2026).

Sebelum musibah terjadi, tidak ada firasat buruk yang dirasakan keluarga.

Namun, Widya sempat meminta sang ibu memasakkan makanan kesukaannya berupa perkedel dan kotokan daging pada akhir pekan sebelum kejadian.

Peristiwa nahas yang menimpa Widya bermula saat ia melintas di belakang gedung Mal Grand City pada Selasa sore.

Korban ditemukan tergeletak di jalan dengan seragam Korpri, yang sempat diduga warga sebagai kecelakaan lalu lintas biasa, sebelum akhirnya terkonfirmasi sebagai tindak kejahatan.

Kanit Reskrim Polsek Genteng, Iptu Vian Wijaya, membenarkan bahwa korban meninggal dunia setelah berjuang melawan masa kritis di rumah sakit.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan terus berjalan.

"Mohon waktu, nanti akan kami sampaikan," ujar Iptu Vian terkait progres pengejaran pelaku yang hingga kini masih dalam pengejaran intensif oleh personel Polsek Genteng.

Kepergian Widya Riskyanti meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sekaligus pengingat akan pentingnya keamanan jalan raya bagi masyarakat Surabaya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.