Gol tendangan bebas bersejarah dari Kevin Pina dan penyama kedudukan di babak kedua oleh Hélio Varela membawa Cape Verde meraih hasil imbang 2-2 yang sensasional melawan Uruguay, sekaligus membuat persaingan di Grup H semakin ketat menjelang laga terakhir fase grup.
Cape Verde melanjutkan kisah paling menakjubkan di Piala Dunia FIFA 2026 dengan menahan juara dunia dua kali, Uruguay, di Stadion Miami. Hasil imbang dramatis ini memberi mereka satu poin lagi dan menjaga harapan untuk lolos ke babak gugur tetap hidup dalam penampilan perdana mereka di ajang sepak bola terbesar dunia.
Beberapa hari setelah menahan Spanyol tanpa gol, tim debutan ini kembali menunjukkan keberanian menghadapi kekuatan besar sepak bola dunia. Kali ini mereka melangkah lebih jauh dengan mencetak dua gol pertama mereka di Piala Dunia dan bangkit dari ketertinggalan melawan Uruguay, yang datang ke Miami dengan tekanan tinggi setelah hanya bermain imbang 1-1 dengan Arab Saudi di laga pembuka.
Bagi tim asuhan Marcelo Bielsa, hasil imbang kedua membuat peluang lolos masih terbuka menjelang pertandingan terakhir melawan Spanyol yang diprediksi sulit. Sementara itu, bagi Cape Verde—sebuah negara berpenduduk sekitar 530.000 jiwa dan menjadi negara ketiga terkecil yang pernah lolos ke Piala Dunia FIFA—hasil ini menjadi pencapaian bersejarah lain di panggung dunia, di mana sedikit orang memperkirakan mereka bisa tampil seefektif ini.
Perbedaan antara kedua negara tidak bisa lebih kontras. Uruguay datang sebagai mantan juara dunia, dengan trofi yang mereka menangkan pada tahun 1930 dan 1950, sedangkan Cape Verde baru mencicipi debut di Piala Dunia dengan skuad yang sebagian besar berasal dari diaspora di Eropa. Namun sepanjang laga, tim debutan ini kembali menunjukkan organisasi, ketahanan, dan keyakinan yang membuat mereka menjadi salah satu tim paling dikagumi di turnamen ini.
Uruguay memulai pertandingan seperti yang diharapkan, mendominasi penguasaan bola dan mencoba menguasai wilayah permainan. Tim Bielsa menutup laga dengan 66 persen penguasaan bola, lebih banyak peluang menyerang, dan mencatat 16 tembakan dibandingkan lima milik Cape Verde. Namun dominasi statistik itu tidak mencegah mereka dikejutkan di pertengahan babak pertama oleh sebuah momen yang langsung masuk dalam sejarah sepak bola Cape Verde.
Gol pembuka terjadi pada menit ke-21 setelah Cape Verde mendapat tendangan bebas lebih dari 30 meter dari gawang. Gelandang Kevin Pina maju dan melepaskan tembakan luar biasa dari jarak 32 meter yang melengkung melewati jangkauan kiper dan bersarang di gawang. Gol tersebut tidak hanya indah secara teknis, tetapi juga bersejarah karena menjadi gol pertama Cape Verde di Piala Dunia FIFA.
Stadion Miami bergemuruh ketika para pemain dan pendukung merayakan momen yang telah mereka nantikan selama puluhan tahun. Untuk sesaat, kemungkinan terjadinya kejutan besar kembali terasa nyata.
Uruguay merespons dengan cepat dan mulai menekan Cape Verde di area pertahanan mereka. Tekanan itu akhirnya membuahkan hasil menjelang akhir babak pertama.
Pada menit ke-43, Maximiliano Araújo berhasil mencetak gol yang ditunggu-tunggu Uruguay. Sebuah serangan terorganisir menciptakan ruang di dalam kotak penalti dan Araújo dengan tenang menuntaskan peluang untuk menyamakan kedudukan sebelum turun minum.
Gol tersebut membalik momentum pertandingan, dan Uruguay kembali mencetak gol beberapa menit kemudian. Di masa tambahan waktu babak pertama, Agustín Canobbio menjadi yang tercepat menyambar bola liar di dalam kotak penalti untuk membawa Uruguay unggul 2-1 saat jeda.
Pada titik itu, pertandingan tampak berjalan sesuai prediksi. Uruguay sudah bangkit dari keterkejutan dan tampak siap memanfaatkan pengalaman serta kualitas mereka untuk meraih kemenangan penting.
Namun Cape Verde memiliki rencana lain.
Babak kedua kembali menghadirkan babak baru dalam kisah luar biasa tim ini di Piala Dunia. Pada menit ke-60, kebingungan di lini pertahanan Uruguay memberi peluang bagi tim underdog yang tak mereka sia-siakan.
Kesalahpahaman antara bek Matías Olivera dan kiper veteran Fernando Muslera membuat bola terlepas di dalam kotak penalti. Hélio Varela bereaksi cepat, memanfaatkan kesalahan itu dan menempatkan bola ke gawang dengan tenang untuk mencetak gol internasional pertamanya.
Gol penyama itu membangkitkan kembali semangat Cape Verde dan mengubah sisa pertandingan menjadi ujian ketahanan, konsentrasi, serta disiplin bertahan.
Uruguay terus menggempur untuk mencari gol kemenangan, melancarkan serangan demi serangan dan memaksa Cape Verde bertahan lama tanpa bola. Tim Amerika Selatan itu menutup laga dengan tujuh tembakan tepat sasaran, dibandingkan tiga milik Cape Verde, dan terus menguji pertahanan yang sebelumnya juga membuat Spanyol frustrasi.
Namun struktur pertahanan Cape Verde tetap solid. Setiap sapuan, intersepsi, dan tekel mendapat sorakan dari para pendukung mereka yang mulai percaya hasil bersejarah lain sedang menanti.
Ketegangan meningkat ketika Uruguay mengira telah mencetak gol kemenangan di menit-menit akhir, namun setelah tinjauan VAR, gol tersebut dianulir dan skor tetap imbang.
Meski terus ditekan, Cape Verde tidak menyerah. Para pemainnya terus berjuang keras, menutup ruang tembak, dan membuat Uruguay kesulitan menciptakan peluang emas untuk memastikan tiga poin.
Saat peluit panjang dibunyikan, para pemain Cape Verde ambruk di lapangan dalam euforia. Hasil imbang ini mungkin tidak terlihat luar biasa di atas kertas, namun dalam konteks perjalanan mereka, hasil ini terasa seperti kemenangan sejati.
Hasil tersebut membuat Grup H semakin menarik menjelang laga terakhir. Kemenangan telak Spanyol 4-0 atas Arab Saudi sebelumnya membuat mereka memimpin klasemen dengan empat poin dan selisih gol +4.
Uruguay dan Cape Verde kini sama-sama mengoleksi dua poin dari dua laga dan masih memiliki peluang untuk lolos. Arab Saudi berada di dasar klasemen dengan satu poin tetapi belum sepenuhnya tersingkir secara matematis.
Laga terakhir menjanjikan drama besar. Uruguay harus memenangkan pertandingan melawan Spanyol untuk memastikan lolos ke babak 32 besar, sementara Cape Verde akan menghadapi Arab Saudi dengan peluang menciptakan salah satu kisah lolos paling menakjubkan dalam sejarah Piala Dunia modern.
Bagi negara yang baru pertama kali tampil di ajang ini, Cape Verde sudah melampaui semua ekspektasi. Saat menghadapi Spanyol mereka menunjukkan bahwa mereka pantas berada di sini. Melawan Uruguay, mereka membuktikan bahwa hal itu bukan kebetulan.