Kronologi Ambulans Terjebak Konvoi Pesilat di Karanganyar, Pasien Meninggal Sebelum Sampai Puskesmas
Mahdiyah June 22, 2026 12:34 PM

Grid.ID - Belum lama ini, pasien kritis di Karanganyar, Jawa Tengah, meninggal dunia saat dalam perjalanan ke puskesmasakibatadanya konvoi pesilat. Berikut ini kronologi ambulans terjebak konvoi pesilat di Karanganyar.

Baru-baru ini, publik dikejutkan dengan kabar meninggalnya seorang pria bernama Hadi Sukat (60), yang merupakan warga Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah. Hadi meninggal duniadalam perjalanan menuju puskesmas.

Kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (20/6/2026). Konvoi tersebut dilakukan oleh para anggota perguruan silat.

Dikutip dari KOMPAS.com pada Senin (22/6/2026), nyawa Hadi tak tertolong saat ia masih berada di perjalanan. Ambulans yang membawanya terjebak macet dalam acara konvoi pesilat.

Sesampainya di puskesmas, tenaga kesehatan yang bertugas mengabarkan bahwa pasien tersebut sudah meninggal dunia. Mendiang pun akhirnya dibawa pulang dan dimakamkan di Dusun Gedangan, Karangpandan, Karanganyar.

Anak pasien, Dwi Purnamasari (36), mengaku kecewa dengan kejadian tersebut. Menurutnya, jika ambulans diprioritaskan untuk melewati konvoi, mungkin ayahnya masih bisa tertolong.

Selain itu, menurutnya, seharusnya acara yang menimbulkan kerumunan massa seperti itu harus ada ruang tersendiri. Sehingga tidak mengganggu lalu lintas jalan, terlebih untuk ambulans yang membawa pasien.

"Harusnya polisi lintas kan mengatur jalan, ngasih jalan, harusnya kalau mau dikasih ruang itu dilakukan di lokasi yang tidak menghalangi jalan," ungkap Dwi.

Dirinya juga mengaku kecewa lantaran tidak ada polisi yang mengatur lalu lintas. Terlebih, acara yang diadakan satu tahun satu kali itu harusnya sudah terorganisir dengan baik.

"Kalau menurut saya pribadi sebenarnya, jangan sampai mengganggu pengguna jalan, sangat disayangkan sekali, itu kan setahun sekali harusnya bisa menempatkan," jelasnya lagi.

Lalu, bagaimana kronologiambulans bawa pasien kritis terjebak konvoi pesilat ini?

Dikutip dari Tribunnews.com pada Senin (22/6/2026), kronologi ambulans yang terjebak dalam perjalanan menuju puskesmas ini pun diungkap oleh anggota Relawan Karangpandan (Rendan), Agung. Dirinya mengungkap bahwa saat itu banyak ambulans yang beroperasi.

Namun ada ambulans yang saat itu harus mengevakuasi korban kebakaran pabrik briket di Bangsri, serta ada ambulans yang harus menjemput pasien yang terluka di Karangpandan.

Kemudian, salah satu ambulans tengah menuju ke rumah Hadi Sukat untuk membawanya ke puskesmas. Namun, dalam perjalanan berangkat, ambulans sudah terjebak konvoi.

"Saat menuju ke rumah pasien, perjalanan mobil ambulans terhalang sama mereka, jalan Solo-Tawangmangu saat itu tak bisa dilewati," ungkapnya.

Setelah sempat susah payah menembus konvoi, sopir ambulans tersebut akhirnya berhasil sampai ke rumah Hadi Sukat. Pasien pun langsung dibawa ke Puskesmas Karangpandan untuk mendapatkan pertolongan.

Namun, saat dalam perjalanan menuju Puskesmas Karangpandan, ambulans kembali terjebak dan tidak bisa jalansama sekali. Kondisi Hadi Sukat pun kian memburuk dan akhirnya tidak tertolong.

Agung mengatakan bahwa sesampainya di puskesmas, Hadi diperiksa oleh tenaga kesehatan. Namun, nyawanya sudah tidak tertolong.

"Saat sampai di puskesmas, kondisinya dicek dan sudah tidak ditemukan denyut nadi dan dinyatakan meninggal dunia,” ungkapnya.

Kronologiini pun langsung menjadi sorotan publik. Pasalnya, seharusnya ambulans menjadi salah satu kendaraan yang wajib diprioritaskan.

Terlebih, saat itu ambulans tengah membawa pasien yang kritis menuju rumah sakit. Peraturan terkait mendahulukan ambulans ini bahkan tertuang dalam Undang-Undang.

Peraturan tersebut tertuang dalam Undang-undang Lalu Lintas No.22 tahun 2009, Pasal 134. Bahwa ada beberapa kendaraan yang harus didahulukan di jalan, salah satunya ambulans.

Mengenai konvoi tersebut, diketahui konvoi tersebut dilakukan oleh para anggota silat. Saat itu, mereka tengah merayakan pengesahan anggota baru.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.