Nakita.id -Moms, kekayaan budaya Indonesia dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk karya kreatif, termasuk melalui seni dekorasi kue. Perpaduan kreativitas, kolaborasi, dan kecintaan terhadap budaya Nusantara inilah yang melahirkan sebuah proyek istimewa yang mempertemukan para baker dari berbagai daerah dalam satu karya spektakuler.
Berbekal semangat kolaborasi dan kecintaan terhadap budaya Indonesia, 18 baker dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bogor, Kuningan, Lampung, dan wilayah lainnya berkumpul di The Breeze BSD City. Atas inisiatif dan dukungan pribadi, mereka ambil bagian dalam sebuah proyek unik yang belum pernah diwujudkan sebelumnya, yakni menghadirkan rangkaian kue sepanjang 18 meter yang merepresentasikan keberagaman warna budaya Indonesia.
Proyek bertajuk 18AKE Story: Ragam Warna Indonesia ini menjadi bagian dari Festival Kuliner Nusantara sekaligus perayaan ulang tahun ke-18 Sekarwangi Cake. Untuk pertama kalinya di Indonesia, sebanyak 18 baker berkolaborasi menyelesaikan dekorasi satu rangkaian kue sepanjang 18 meter secara langsung di hadapan masyarakat. Karya tersebut menjadi representasi kekayaan budaya Nusantara yang dituangkan melalui seni dekorasi kue.
Mengangkat tema “Ragam Warna Indonesia: Bersatu dan Berkarya dalam Kreativitas”, setiap baker menghadirkan interpretasi unik mengenai budaya, warna, motif, tradisi, serta identitas daerah yang menjadi bagian dari kekayaan bangsa Indonesia.
Beragam gaya dekorasi yang dihasilkan kemudian dirangkai menjadi satu karya utuh sepanjang 18 meter yang mencerminkan semangat persatuan dalam keberagaman. Seperti halnya Indonesia yang terdiri dari ratusan suku, bahasa, dan tradisi, setiap bagian karya memiliki karakter tersendiri namun tetap menyatu secara harmonis.
Pengerjaan karya ini dipersiapkan selama kurang lebih tiga minggu oleh tim inti yang terdiri dari lima baker. Selanjutnya, seluruh peserta bersama-sama mewujudkannya di lokasi acara. Proses dekorasi dilakukan secara langsung di depan pengunjung Festival Kuliner Nusantara sehingga masyarakat dapat menyaksikan bagaimana sebuah karya kolaboratif berskala besar diwujudkan oleh para pelaku industri bakery Indonesia.
Di balik karya sepanjang 18 meter tersebut terdapat proses persiapan yang cukup kompleks. Untuk merealisasikannya, digunakan sekitar 2.000 butir telur atau setara 125 kilogram telur, 25 kilogram tepung, 56 kilogram buttercream, serta 10 kilogram fondant yang dipersiapkan secara bertahap sebelum hari pelaksanaan. Seluruh bahan tersebut menjadi media bagi para baker untuk menerjemahkan keberagaman budaya Indonesia ke dalam karya yang dapat dinikmati oleh masyarakat.
Inisiatif ini digagas oleh pasangan suami istri, Chef Budi Ismayadi dan Ni Kadek Oktari Anggia Sekarwangi, selaku pendiri Sekarwangi Cake. Selama bertahun-tahun, keduanya dikenal melalui berbagai karya custom cake artistik yang dibuat untuk tokoh nasional, publik figur, pimpinan perusahaan, hingga beragam acara besar di Indonesia.
Hampir dua dekade perjalanan Sekarwangi Cake menunjukkan transformasi dari usaha rumahan menjadi salah satu nama yang dikenal dalam industri custom cake Indonesia. Berbagai karya yang dihasilkan telah menjadi bagian dari momen penting banyak keluarga Indonesia, termasuk untuk tokoh nasional, publik figur, serta berbagai acara berskala besar.
“Melalui karya ini kami ingin menunjukkan bahwa baker Indonesia memiliki kreativitas, teknik, dan kualitas yang tidak kalah dengan baker di berbagai negara lain. Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, dan kami ingin menerjemahkan kekayaan tersebut ke dalam sebuah karya yang dapat dinikmati masyarakat. Jika budaya Indonesia bisa menjadi inspirasi bagi dunia, maka karya para baker Indonesia juga layak mendapatkan tempat yang sama,” ujarnya.
Menurutnya, angka 18 bukan hanya menandai usia Sekarwangi Cake yang memasuki tahun ke-18, tetapi juga menjadi simbol perjalanan panjang industri bakery Indonesia yang terus berkembang dan melahirkan semakin banyak talenta kreatif.
Keistimewaan lain dari proyek ini terletak pada semangat kolaborasi yang menjadi fondasinya. Sebanyak 18 baker dengan latar belakang, teknik, dan gaya yang berbeda memilih untuk menyumbangkan kreativitas mereka dalam satu karya bersama yang dapat dinikmati oleh publik.
Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, yang hadir dalam perayaan HUT ke-18 Sekarwangi Cake turut memberikan apresiasi atas karya yang mengangkat keberagaman Nusantara tersebut.
“Kreativitasnya luar biasa. Ini bukan hanya bentuk kreativitas, tetapi juga menunjukkan bahwa perbedaan prinsip, ide, dan pemikiran yang disatukan oleh tujuan yang sama dapat menghasilkan sesuatu yang luar biasa dan unik. Kehadiran 18 baker dari berbagai daerah yang berkolaborasi menghias kue tidak hanya menunjukkan kreativitas, tetapi juga membuktikan bahwa perbedaan merupakan kekuatan yang mampu melahirkan sesuatu yang istimewa,” ungkapnya.
Apresiasi serupa juga datang dari Linda Emilda, perwakilan Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf), yang menilai kolaborasi tersebut sebagai bukti nyata berkembangnya ekosistem ekonomi kreatif, khususnya pada subsektor kuliner.
“Kami berharap subsektor kuliner, terutama UMKM di bidang bakery dan cake, dapat terus berkembang dan menjadi wadah kegiatan kolaboratif yang mampu mendorong kreativitas, meningkatkan daya saing, serta membuka peluang yang lebih luas bagi para pelaku usaha kreatif di Indonesia,” paparnya.
Menariknya, proyek kolaboratif ini turut melibatkan dua mahasiswa program Arts & Design UIC College yang mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi langsung dalam proses pengembangan konsep visual dan dekorasi bersama para baker profesional.
Keterlibatan mahasiswa dalam proyek industri kreatif nyata tersebut menjadi pengalaman pembelajaran yang mempertemukan dunia pendidikan dengan praktik profesional.
Selain mengasah kemampuan desain, mereka juga memperoleh pengalaman bekerja dalam tim multidisiplin, memahami proses produksi kreatif berskala besar, serta menerjemahkan tema budaya Indonesia menjadi karya yang dapat dinikmati masyarakat.
Kolaborasi lintas generasi ini membuktikan bahwa kreativitas akan terus tumbuh ketika para praktisi dan talenta muda diberikan ruang untuk berkarya bersama.
Setelah acara berakhir, sebagian hasil karya kue akan dibagikan kepada para pengunjung The Breeze BSD City sebagai bagian dari semangat berbagi yang menjadi salah satu nilai utama dalam perayaan ini. Bagi Sekarwangi Cake, kebahagiaan tidak hanya hadir ketika sebuah karya selesai dibuat, tetapi juga ketika karya tersebut dapat dinikmati bersama oleh masyarakat.
Lebih dari sekadar perayaan ulang tahun perusahaan, dekorasi kue sepanjang 18 meter ini menjadi simbol bahwa kreativitas Indonesia terus berkembang, bahwa keberagaman mampu melahirkan karya-karya luar biasa, serta bahwa para baker Indonesia memiliki kemampuan menghasilkan karya yang patut dibanggakan hingga tingkat internasional.