Bocah Perempuan Asal Sulawesi Tenggara Meninggal di Kolam Renang Banguntapan Kedalaman 1,2 Meter
Yoseph Hary W June 22, 2026 01:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Seorang bocah perempuan berinisial SAA (6), asal Raha, Katobu, Muna, Sulawesi Tenggara, meninggal dunia usai tenggelam di sebuah kolam renang di wilayah Potorono, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, pada Minggu (21/6/2026) pagi. 

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengungkapkan, insiden tragis itu bermula ketika korban sedang beraktivitas di area kolam renang sekitar pukul 10.10 WIB. Korban kala itu berenang di kolam dengan kedalaman sekitar 1,2 meter.

Bocah tenggelam

"Berdasarkan laporan yang kami terima, korban berinisial SAA ini tenggelam di kolam nomor dua bagian barat yang memiliki kedalaman sekitar 1,2 meter, di mana saat itu kondisi kolam sebenarnya tengah diawasi oleh petugas penjaga," beber Rita, Senin (22/6/2026).

Adapun petugas jaga tersebut lebih dari satu orang. Tiba-tiba, salah satu petugas jaga mendapat laporan di sekitar kolam barat ada seorang anak yang tenggelam. Mengetahui hal tersebut, petugas langsung bergerak cepat mengangkat tubuh korban yang sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri menuju pintu masuk utama.

"Setelah korban berhasil dievakuasi dari dalam air ke area pintu masuk, petugas keamanan setempat bersama seorang petugas keamanan dari SPBU terdekat langsung berinisiatif membawa korban ke rumah sakit," ujar Rita.

Mereka memboncengkan korban menggunakan kendaraan roda dua agar korban segera mendapatkan penanganan medis secara intensif di Rumah Sakit Rajawali Citra.

Pihak kepolisian mencatat bahwa korban tiba di instalasi gawat darurat rumah sakit sekitar pukul 10.20 WIB, dalam kondisi tidak sadar dan denyut nadinya sudah tidak teraba. 

Dinyatakan meninggal di RS

Tim medis langsung melakukan tindakan darurat untuk menyelamatkan korban. Kendati demikian, takdir berkata lain. Pada pukul 10.29 WIB, dokter menyatakan di hadapan pihak keluarga korban bahwa bocah tersebut telah meninggal dunia.

"Meskipun pihak rumah sakit sudah berupaya maksimal, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia tak lama setelah tiba di rumah sakit," tutur Rita.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara di lokasi kejadian, area kolam tempat korban tenggelam ternyata tidak terjangkau oleh kamera pengawas. Sebenarnya, kolam renang itu terdapat empat titik CCTV, namun hanya menyorot gerbang masuk, loket tiket, kolam timur, dan area seluncuran.

Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah korban kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju rumah pamannya di Perum GTA, Glagah, Kalurahan Tamanan, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul untuk disemayamkan sementara. 

Pihak keluarga memutuskan untuk langsung menerbangkan jenazah korban kembali ke kampung halamannya di Sulawesi Tenggara agar bisa segera dimakamkan oleh keluarga besar di sana.

"Jenazah korban diberangkatkan dari rumah duka menuju Bandara YIA di Kulon Progo. Jenazah korban selanjutnya diterbangkan menuju Makassar sebelum nantinya melanjutkan perjalanan ke rumah duka di Muna, Sulawesi Tenggara," tandas Rita.(nei)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.