Republik Ceko Tawarkan Teknologi Pengolahan Sampah, DIY Bidik Sertifikasi Vokasi Standar Uni Eropa
Hari Susmayanti June 22, 2026 03:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Republik Ceko mematangkan penjajakan kerja sama bilateral lintas sektor.

Dalam lawatan perdananya ke Yogyakarta, Duta Besar Republik Ceko untuk Indonesia, Petr Kopřiva, menawarkan transfer teknologi di sektor infrastruktur esensial, meliputi pengelolaan sampah, pengolahan air bersih, dan pertanian. 

Di sisi lain, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X membidik peluang strategis berupa sertifikasi kompetensi vokasi berstandar Uni Eropa serta kolaborasi silang untuk kriya lampu kristal.

Pertemuan antara Dubes Petr Kopřiva dan Sri Sultan Hamengku Buwono X tersebut berlangsung di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin (22/6/2026).

Kunjungan ini merupakan agenda lawatan daerah pertama Kopřiva sejak menyerahkan surat kepercayaan (credential) kepada Presiden RI lima bulan lalu.

Dubes Kopřiva menegaskan, pertemuan ini menjadi landasan untuk mengidentifikasi kebutuhan tata kelola infrastruktur lingkungan dan pengembangan sumber daya di Yogyakarta.

Ceko menilai memiliki teknologi tepat guna yang relevan untuk diimplementasikan di DIY.

Ia juga menggarisbawahi komitmen yang sudah terbangun sebelumnya melalui program kota kembar (sister city) antara Kota Yogyakarta dan Kota Hluboká yang nota kesepahamannya ditandatangani tahun lalu.

"Ini seperti kunjungan protokoler selama kunjungan pertama saya ke Yogyakarta dalam kapasitas saya sebagai Duta Besar Republik Ceko. Dan kami menggunakan pertemuan tersebut untuk berkonsultasi dan mendiskusikan kemungkinan kolaborasi antara Jogjakarta dan badan-badan terkait di Republik Ceko," kata Dubes Kopřiva.

Lebih lanjut, Kopřiva merinci sektor-sektor krusial yang menjadi fokus tawaran negaranya bagi pengembangan wilayah DIY.

"Sudah ada proyek kota kembar (sister cities) antara Yogyakarta dan kota Hluboká di Ceko, yang mencakup kunjungan dewan kota dan juga pertukaran mahasiswa universitas di Jogja dan di Republik Ceko. Kami juga mendapat informasi mengenai kebutuhan Jogja dalam hal pertanian, pengolahan air, pengelolaan sampah. Jadi semua ini adalah bidang-bidang di mana Republik Ceko memiliki teknologi tepat guna yang dapat digunakan dan dapat kami tawarkan," papar Kopřiva.

Baca juga: Viral Pria Berjalan Telanjang di Seputaran Malioboro, Ternyata Punya Riwayat Putus Obat

Selain sektor infrastruktur publik, kesamaan karakteristik kedua wilayah yang sama-sama memiliki situs Warisan Dunia UNESCO juga membuka peluang kolaborasi pelestarian situs budaya.

Kerja sama ini didukung oleh kedekatan akademis yang melibatkan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan University of South Bohemia.

Merespons tawaran tersebut, Gubernur DIY menyoroti dua aspek strategis pengembangan daerah yakni peningkatan kualitas tenaga kerja melalui sekolah vokasi dan akselerasi keahlian perajin kriya tradisional.

Koordinator Bidang Kerja Sama Luar Negeri Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DIY, Fathi Mustaqim, menjelaskan bahwa Pemda DIY memiliki urgensi pada penyediaan tenaga kerja siap pakai yang sertifikasinya diakui secara global.

"Pak Gub tadi mencermati salah satu kebutuhan DIY itu adalah sertifikat kompetensi, khususnya untuk vocational school, sekolah-sekolah vokasi, entah SMK atau D1, D2. Jadi beliau itu sebenarnya lebih membutuhkan sekolah-sekolah yang ketika lulus itu langsung siap kerja. Jadi setingkat D1 atau D2. Dan harapannya Ceko bisa kita jalin kerja sama di situ," jelas Fathi.

Ia menekankan bahwa pengakuan standar dari Ceko akan membuka akses tenaga kerja DIY ke pasar internasional.

"Ketika kita bisa jalin kerja sama di bidang certificate of competent, ada pelatihan, kemudian lulusannya dapat sertifikasi dari Ceko, itu sertifikasi kompetensinya tidak hanya bisa digunakan untuk bekerja di sini, tapi bisa juga di Uni Eropa. Karena mereka kan juga bagian dari Uni Eropa," tambahnya.

Di sektor industri kreatif, potensi kolaborasi yang diusulkan adalah peleburan keahlian pembuatan kristal khas Ceko dengan kekuatan desain dari para perajin UMKM DIY.

"Ngarsa Dalem itu mencoba menjajaki bisa nggak kita kerja sama untuk pelatihan misalnya dengan perajin-perajin kita untuk membuat lampu-lampu kristal, tidak usah yang sekelas industri, tapi yang tradisional, yang model ditiup itu ya. Yang glass atau kristal yang ditiup itu. Nah kita menawarkan kalau kekuatan kita itu kan di bidang desain, kita bisa memperkaya desain-desain lampu-lampunya Ceko. Sementara mereka bisa menularkan keahliannya di pembuatannya," urai Fathi. (*)
 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.