Laporan Wartawan TribunJatim.com, Anggit Pujie Widodo
TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Polres Jombang merespon adanya laporan dugaan tindakan intimidasi dan kekerasan yang dialami sebuah perusahaan penanaman modal di Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, mengatakan setiap laporan masyarakat yang berkaitan dengan gangguan keamanan, maupun aktivitas yang berpotensi menghambat investasi akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Menurutnya, aparat kepolisian berupaya memastikan iklim investasi di Kabupaten Jombang tetap aman dan kondusif, sehingga aktivitas usaha dapat berjalan tanpa gangguan.
"Kita proses sesuai prosedur hukum," ucap AKBP Ardi Kurniawan dalam keterangan yang diterima Tribunjatim.com,Senin (22/6/2026).
Kasus yang kini dalam penanganan polisi tersebut berawal dari laporan yang diajukan manajemen PT Handsome Investments Indonesia.
Perusahaan yang beroperasi di Dusun Kedungasem, Desa Bandarkedungmulyo, itu mengaku mengalami gangguan yang berdampak pada aktivitas operasional di lokasi usaha.
Baca juga: Nasib Ribuan Pekerja PT SGS Jombang Menggantung, Perusahaan Dinilai Bersikukuh Lanjutkan PHK
Laporan resmi telah diterima Polres Jombang pada 17 Juni 2026 dan saat ini menjadi dasar bagi penyidik untuk melakukan pendalaman lebih lanjut terhadap peristiwa yang dilaporkan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden tersebut terjadi pada Jumat malam, 12 Juni 2026.
Sejumlah orang diduga memasuki area perusahaan tanpa izin melalui pintu gerbang utama.
Saat kejadian berlangsung, petugas keamanan perusahaan disebut tengah melakukan pengawasan di area lain untuk mengawal aktivitas proyek pembangunan fasilitas penunjang di dalam kawasan pabrik.
Setelah berada di lingkungan perusahaan, kelompok tersebut diduga melakukan tindakan yang memicu keresahan di kalangan pekerja.
Beberapa karyawan yang sedang menjalankan pekerjaan lembur disebut mendapat intimidasi hingga diminta menghentikan aktivitasnya.
Tidak hanya itu, peristiwa tersebut juga dilaporkan berujung pada dugaan tindak kekerasan yang menyebabkan dua pekerja mengalami luka.
Baca juga: Dihadang Puluhan Pria Bermasker, Pemuda Mojowarno Babak Belur Dikeroyok di Ngoro Jombang
Atas kejadian tersebut, pihak perusahaan memilih menempuh jalur hukum dan menyerahkan penanganannya kepada aparat kepolisian.
Hingga kini, Polres Jombang masih melakukan proses penyelidikan guna mengungkap seluruh fakta serta memastikan penanganan perkara berjalan secara profesional dan transparan.
Pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terkait juga terus dilakukan untuk memperjelas kronologi kejadian.
MB, perwakilan yang mendapat mandat dari perusahaan, mengatakan langkah hukum ditempuh sebagai upaya memperoleh perlindungan hukum sekaligus menjamin keamanan para pekerja.
"Peristiwa itu terjadi menjelang tengah malam. Ada pekerja kami yang menjadi korban pemukulan saat sedang menjalankan tugas. Seluruh identitas pihak yang diduga terlibat telah kami serahkan kepada penyidik sebagai bagian dari laporan resmi," ucapnya kepada Tribunjatim.com, Jumat (19/6/2026).
Menurutnya, keberlangsungan investasi membutuhkan jaminan keamanan dan kepastian hukum.
Karena itu, perusahaan berharap laporan yang telah disampaikan dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.
MB menilai lingkungan usaha yang aman menjadi faktor penting bagi keberlanjutan investasi di daerah.
Ia berharap aparat penegak hukum dapat mengambil langkah tegas apabila ditemukan unsur pelanggaran hukum dalam kasus tersebut.
"Keamanan menjadi kebutuhan utama bagi dunia usaha. Kami berharap iklim investasi di Jombang tetap kondusif sehingga perusahaan dapat beroperasi dengan baik dan memberikan manfaat bagi perekonomian daerah," katanya.