TRIBUN-TIMUR.COM, PINRANG - Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Dispaspor) Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, mencatat adanya pertumbuhan jumlah kunjungan wisatawan tahun ini.
Pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata tersebut dinilai cukup stabil meski belum signifikan.
Pinrang dikategorikan sebagai daerah pesisir karena memiliki garis pantai yang cukup panjang di bagian barat wilayahnya.
Secara geografis, wilayah barat Kabupaten Pinrang berbatasan langsung dengan Selat Kota Makassar.
Jarak antara Kabupaten Pinrang dengan pusat kota di Kecamatan Watang Sawitto dan Kota Makassar, adalah sekitar 175 hingga 209 kilometer.
Kepala Seksi dan Promosi Pariwisata Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Pinrang, Adnan Amin, menyebut setiap destinasi memiliki target capaian berbeda.
"Setidaknya ada pertumbuhan peningkatan jumlah wisatawan di Kabupaten Pinrang," kata Adnan kepada Tribun-Timur.com, Senin (22/6/2026).
Objek wisata yang dikelola swasta mendominasi pencapaian target kunjungan pada musim ini.
Baca juga: Toraja Didorong Kembali Sejajar dengan Bali, Jadi Destinasi Wisata Unggulan Nasional
Sebaliknya, Permandian Panas Sulili di Mamminasae, Kecamatan Paleteang milik pemerintah daerah masih berjuang keras memenuhi target.
Destinasi pesisir seperti Pantai Stira Paradise, Data, Kecamatan Duampanua dan Pantai Menralo, Desa Wiring Tasi, Kecamatan Suppa terpantau menunjukkan tren kunjungan positif.
Begitu pula dengan Pantai Ammani, Desa Mattiro Tasi, Kecamatan Mattirosompe.
"Stira sudah mencapai target, Menralo pun seperti itu dan Ammani begitu," tuturnya.
Ikon pariwisata Pinrang saat ini terbagi ke dalam tiga wilayah kategori unggulan.
Wilayah tersebut mencakup sektor utara, sektor selatan, serta sektor bagian barat wilayah.
"Utara kami ada Stira, selatan ada Menralo, dan barat ada Ammani," jelasnya.
Mayoritas pengunjung destinasi wisata di Pinrang merupakan wisatawan lokal atau warga domestik.
Persentase kunjungan warga lokal mencapai angka 80 hingga 90 persen dari total.
Fenomena kunjungan wisatawan di Bumi Lasinrang ini bersifat musiman mengikuti siklus pertanian.
"Setelah panen raya baru banyak pengunjung lagi, kita mengikuti siklus itu," ungkap Adnan.
Kondisi ekonomi masyarakat Pinrang sangat bergantung pada hasil pendapatan dari sektor agraris.
Pihak dinas kini fokus pada pengembangan sumber daya manusia para pelaku usaha.
Pelatihan pelayanan diberikan untuk meningkatkan kualitas kenyamanan bagi para wisatawan yang datang.
"Strategi kami adalah pengembangan SDM untuk pelaku-pelaku usaha pariwisata," tambahnya lagi.
Persiapan khusus juga dilakukan menjelang libur panjang guna mengantisipasi lonjakan pengunjung.
Koordinasi intensif dilakukan bersama pihak kepolisian, Dinas Kesehatan, serta tokoh adat setempat.
"Kami koordinasi dengan keamanan dan kesehatan menyambut kunjungan pada saat libur panjang," tegasnya.
Instansi terkait berkumpul bersama untuk memastikan penyambutan kunjungan wisatawan berjalan aman.
"Setiap sebelum libur hari raya kami diundang oleh pihak Polres untuk koordinasi," pungkasnya.(*)