Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Muammar Kadafi, mahasiswa Program Studi (Prodi) Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah Universitas Islam Aceh (UIA), resmi terpilih sebagai Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Islam Aceh periode 2026–2027.
Ia memenangkan Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira) yang berlangsung di Aula Teuku Chiek Abdurrahman, Kampus UIA Paya Lipah, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Senin (22/6/2026).
Pelaksanaan Pemira berlangsung dalam suasana demokratis, tertib, dan penuh antusiasme.
Ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas dan program studi hadir untuk menggunakan hak pilih mereka dalam menentukan sosok yang akan memimpin Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UIA selama satu tahun ke depan.
Ketua Panitia Pemira 2026, Zaifal Bariq menjelaskan, bahwa pemilihan kali ini diikuti oleh tiga kandidat yang bersaing memperebutkan jabatan Presiden Mahasiswa.
Ketiga calon tersebut adalah Fuja Afiska, M Faqih, dan Muammar Kadafi.
Berdasarkan hasil penghitungan suara yang dilakukan secara terbuka, Muammar Kadafi berhasil memperoleh dukungan mayoritas mahasiswa dengan raihan 64 suara.
Baca juga: MTsN 1 Banda Aceh Gelar Pemira OSIM Menggunakan E-Voting
Sementara itu, Fuja Afiska memperoleh 10 suara dan M Faqih juga mendapatkan 10 suara. Dengan hasil tersebut, panitia menetapkan Muammar Kadafi sebagai Presiden Mahasiswa UIA terpilih periode 2026–2027.
Zaifal Bariq mengatakan, penyelenggaraan PEMIRA tahun ini mengusung tema “Mewujudkan Kepemimpinan Mahasiswa yang Aktif, Inovatif, dan Berintegritas.”
Tema tersebut dipilih sebagai bentuk harapan agar pemimpin mahasiswa yang terpilih mampu menghadirkan perubahan positif serta menjadi teladan bagi seluruh mahasiswa di lingkungan kampus.
“Melalui Pemira ini kami berharap lahir pemimpin mahasiswa yang visioner, berintegritas, dan mampu menjadi jembatan aspirasi seluruh mahasiswa Universitas Islam Aceh,” ujarnya.
Menurutnya, Pemira bukan hanya menjadi sarana memilih pemimpin organisasi mahasiswa.
Tetapi juga bagian dari proses pendidikan demokrasi yang memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami pentingnya partisipasi, tanggung jawab, dan kepemimpinan.
Wakil Rektor II Bidang Keuangan, Kemahasiswaan, dan Alumni Universitas Islam Aceh, Edi Mizwar, MPd, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa organisasi kemahasiswaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kapasitas mahasiswa.
Baca juga: 42 Mahasiswa UIA Bireuen yang Terdampak Banjir Terima Subsidi Biaya Kuliah
Ia menyampaikan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut unggul dalam bidang akademik, tetapi juga harus memiliki kemampuan komunikasi, kepedulian sosial, serta jiwa kepemimpinan yang kuat untuk menghadapi tantangan di masa depan.
“Melalui organisasi, mahasiswa dapat belajar bertanggung jawab, mengembangkan kepemimpinan, dan membangun kemampuan bekerja sama dalam tim,” urainya.
“Universitas Islam Aceh akan terus mendukung berbagai kegiatan kemahasiswaan sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda,” kata Edi Mizwar.
Sementara itu, Muammar Kadafi mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan oleh mahasiswa UIA kepadanya.
Dalam pidato perdananya sebagai Presiden Mahasiswa terpilih, ia menegaskan komitmennya untuk menghadirkan organisasi mahasiswa yang lebih aktif, transparan, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa.
Menurutnya, BEM harus menjadi wadah yang mampu menampung berbagai aspirasi serta membuka ruang kolaborasi bagi seluruh mahasiswa tanpa memandang latar belakang fakultas maupun organisasi.
“BEM harus menjadi rumah bersama bagi seluruh mahasiswa. Tempat aspirasi didengar, ide dikembangkan, dan kolaborasi diwujudkan,” tutur dia.
“Saya berkomitmen membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk menyampaikan kritik, saran, dan gagasan demi kemajuan organisasi kemahasiswaan di Universitas Islam Aceh,” ujarnya.
Dengan terpilihnya Muammar Kadafi sebagai Presiden Mahasiswa UIA periode 2026–2027, diharapkan BEM dapat semakin aktif dalam memperjuangkan kepentingan mahasiswa, memperkuat budaya organisasi yang sehat, serta menjadi mitra strategis kampus dalam menciptakan lingkungan akademik yang progresif, inovatif, dan berintegritas.(*)