Budayawan Tionghoa Jeremy Huang Prediksi Krisis Ekonomi Hingga Bencana Alam Pada Juni-November 2026
Kemal Setia Permana June 23, 2026 12:11 AM

TRIBUNJABAR.ID - Dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, tepatnya sejak 20 Mei hingga 18 Juni 2026, bank sentral secara agresif mengerek BI Rate sebesar 100 basis poin dari posisi awal 4,75 persen.

Kenaikan suku bunga membebani kehidupan masyarakat kelas menengah karena dollar naik belum turun dibawah 16.000,-

Melihat fenomena ini, Jeremy Huang Wijaya, budayawan Tionghoa dan Cirebon serta Jawa Barat, memprediksi Bulan Juli sampai Nopember banyak perusahaan dan ritel tutup.

Hal ini pun diikuti oleh banyak PHK, bahkan hingga bencana alam seperti kemarau panjang. 

"Selama rentang itu juga kondisi-kondisi tersebut dapat memengaruhi hasil panen, gagal panen dan banyak penyakit saluran pernafasan, gelombang panas ini menimbulkan banyak penyakit saluran pernafasan dan diare, juga demam berdarah," ujar Jeremy dalam keterangannya, Senin (22/6/2026).

Baca juga: Dean Zandbergen, Calon Pemain Naturalisasi Timnas Diam-diam Kagumi Persib

Jeremy menilai Bulan Juli adalah bulan terberat karena anak sekolah membutuhkan biaya ekstra.

Ia pun meminta pemerintah dan masyarakat hati hati dengan Inflasi yang mungkin akan meningkat di bulan ini.

Namun Jeremy juga menilai bahwa resesi ekonomi yang dahsyat kelaparan juga akan terjadi di Eropa dan Afrika juga Amerika.

Gelombang tinggi mungkin dapat terjadi di bulan Juli sampai Nopember. Akan ada banyak Fenomena alam. Gempa dan Gunung Erupsi mungkin banyak terjadi di bulan Juli sampai Nopember.

Timur Tengah, semenanjung Korea masih membara, konflik banyak terjadi antara negara 

"Di bulan Nopember mungkin curah hujan tinggi dapat mengakibatkan longsor. banjir dan badai pada sektor tambang dan hasil laut yang menghasilkan uang," 

"Potensi wisata pantai dan wisata alam mungkin akan meningkat di bulan Juli sampai September 
Pesisir Pantai adalah harta Karun kehidupan," katanya.

Meski demikian ia menilai kehidupan ekonomi masyarakat di pesisir pantai dapat ditingkatkan. Ini karena pantai bukan hanya sebagai tempat wisata, namun karena alam yang indah baik itu, pantai maupun kehidupan bawah lautnya bisa menjadikan potensi ekonomi sangat besar.

"Waktu bulan Juni kemarin saya mengunjungi wisata di Pantai Rancabuaya Garut, Pantai Santolo Garut, Pantai Sayang Heulang Garut, Pantai Madasari, dan Pantai Batu Karas Pangandaran. Di sana saya bersama istri melihat keindahan alam,"

"Di tempat wisata tersebut banyak penduduk menjual aneka produk laut. Mengutip pernyataan Prof Dr Rokhmin Dahuri dalam Our Ocean Conference ke 11 yang diselenggarakan di Mombasa Kenya menegaskan peran strategis wilayah pesisir dan lautan dunia dalam menjamin ketahanan energi, pengembangan industri, farmasi, penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan umat manusia," tutur Jeremy.

Baca juga: Dua Pemain Eredivisie Dikaitkan dengan Transfer Persib Bandung, Marc Klok Jadi Mak Comblang

Kemudian menurutnya lautan juga menjalankan fungsi ekologis yang sangat penting antara lain sebagai penyerap karbon (carbon sink), pengatur siklus hidrologi, pemelihara siklus hidrologi, pemelihara siklus biogrokimia serta berbagai fungsi penunjang kehidupan lainnya.

"Dengan kata lain, laut dan samudera yang menutupi sekitar 72 persen permukaan bumi bukan hanya penting bagi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan tetapi juga bagi kelangsungan peradaban manusia," ujarnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.