Viral Cekcok di Jogja Marathon 2026, TNI AD Sebut Insiden Danrem 072/Pamungkas Murni Salah Paham
Christoper Desmawangga June 23, 2026 01:08 AM

TRIBUNKALTIM.CO - Sosok Komandan Resor Militer (Danrem) 072/Pamungkas, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial. 

Perwira tinggi TNI Angkatan Darat tersebut viral setelah terekam terlibat adu argumen dengan petugas dalam ajang Jogja Marathon 2026 yang digelar di kawasan Candi Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, pada Minggu (21/6/2026).

Ketegangan bermula ketika seorang pria yang diduga panitia menghentikan dan menggiring ajudan Brigjen Yuniar untuk menepi dari jalur lari.

Baca juga: Pelari Balikpapan Melissa Taklukkan Berlin Marathon 2025, Kini Bidik Kyoto dan Chicago

Langkah tegas petugas itu diambil lantaran sang ajudan kedapatan berlari tanpa mengenakan nomor dada (BIB).

Brigjen Yuniar yang mengetahui hal tersebut sempat bersikeras meminta petugas mengizinkan pengawalnya tetap mendampinginya hingga ke garis finish.

Merespons video yang terlanjur menggelinding liar di media sosial, Markas Besar TNI Angkatan Darat langsung memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan duduk perkara.

Pihak TNI AD menegaskan bahwa insiden di lintasan lari tersebut murni merupakan kesalahpahaman teknis lapangan dan kini telah diselesaikan secara kekeluargaan oleh kedua belah pihak.

Baca juga: Alasan Komisi XI DPR Kunker ke Australia saat Banyak Demo, Misbakhun Bantah Ikut Sydney Marathon

TNI AD menjelaskan bahwa Danrem beserta keluarga dan pengawalnya sebenarnya merupakan peserta resmi yang memiliki hak kepesertaan penuh dalam ajang maraton tahunan tersebut.

Namun, situasi padatnya lintasan diduga menjadi penyebab utama terlepasnya atribut identitas yang memicu tindakan preventif dari panitia lomba.

Pihak TNI AD juga menyampaikan apresiasi atas ketegasan dan profesionalisme yang ditunjukkan oleh panitia penyelenggara dalam menegakkan regulasi kompetisi.

Publik pun diimbau untuk menyikapi potongan video tersebut secara bijak serta tidak mengembangkan spekulasi yang melenceng dari fakta di lapangan.

Baca juga: Panduan Marathon Film Superman, Jelajahi Petualangan Man of Steel dari Awal hingga Era James Gunn

"Ini pengawal saya, ini pengawal saya," ujar Brigjen Yuniar kepada orang yang diduga petugas tersebut seperti dikutip Tribunnews.com di Kantor Tribunnews Solo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (22/6/2026).

Namun, petugas tetap melarangnya dan berkata, "Tidak bisa Pak," sembari menggiring ajudan Brigjen TNI Yuniar untuk menepi, sementara Brigjen Yuniar tetap berlari menuju garis finish.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono memaparkan bahwa Brigjen Yuniar mengikuti ajang marathon tersebut bersama istri, anak, dan ajudannya secara legal.

Mereka semua telah mendaftar dan mengantongi nomor dada resmi sejak awal.

Baca juga: Sifan Hassan Pecahkan Rekor Baru dan Berhasil Raih Medali Emas Marathon Putri Olimpiade Paris 2024

"Dalam pelaksanaannya diduga nomor peserta tersebut terlepas saat berada di lintasan yang cukup padat sehingga menimbulkan kesalahpahaman saat pemeriksaan oleh petugas," ungkap Donny dalam keterangan tertulis, Senin (22/6/2026).

Pasca-kejadian, pihak penyelenggara, event organizer (EO), dan Danrem 072/Pamungkas langsung menggelar pertemuan untuk melakukan klarifikasi.

Pihak TNI AD memastikan hubungan kedua belah pihak tetap berjalan harmonis tanpa ada dendam atau tuntutan lanjutan.

"Seluruh pihak memahami bahwa kejadian tersebut murni merupakan persoalan teknis di lapangan dan telah diselesaikan dengan baik," ujar Donny.

Baca juga: Semarakkan Ulang Tahun ke 122, Pegadaian Gelar Donor Darah Secara Marathon

Mabesad berharap klarifikasi ini dapat meredam narasi negatif di ruang publik.

"Kami berharap masyarakat dapat melihat peristiwa ini secara proporsional dan tidak mengaitkannya dengan hal-hal lain yang tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya," pungkas Kadispenad.

Profil Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono

Di luar insiden yang viral tersebut, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono merupakan perwira yang memiliki rekam jejak akademik dan militer yang cukup cemerlang.

Berikut adalah profil singkat sang Danrem:

Latar Belakang Pendidikan:

Lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1997 dari kecabangan Artileri Medan (Armed).

Alumni Program Magister Ketahanan Nasional Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan predikat cumlaude.

Riwayat Jabatan Strategis:

Dandim 1304/Gorontalo (2016)

Danmen Armed 2/Sthira Yudha (2018)

Kasubditbinmantrolik Sdirbinum Pussenarmed

Aspers Kasdam XV/Pattimura (2022)

Kasrem 152/Baabullah (2024)

Paban VIII/Binkumtaltibprot Spersad (Pangkat Kolonel). (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.