Pemkot Solo Sebar Baliho Ucapan Ultah Jokowi, Gerindra Layangkan Protes!
Christoper Desmawangga June 23, 2026 01:19 AM

TRIBUNKALTIM.CO - Pemerintah Kota Solo menuai sorotan setelah memasang sejumlah baliho ucapan selamat ulang tahun untuk Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

Pemasangan baliho untuk memperingati hari lahir Jokowi yang ke-65 pada 21 Juni 2026 tersebut tersebar di berbagai papan reklame aset milik pemerintah daerah.

Langkah Pemkot Solo ini langsung memicu gelombang kritik dan kekecewaan dari internal Partai Gerindra Kota Solo.

Baca juga: Suasana Ulang Tahun ke-65 Jokowi di Solo, Warga, Relawan hingga Tokoh Politik Berdatangan

Gerindra mempertanyakan objektivitas serta asas keadilan dalam penggunaan fasilitas publik, terutama karena perlakuan serupa tidak diberikan kepada tokoh bangsa lainnya.

Wali Kota Solo, Respati Ardi, mengonfirmasi bahwa aksi tersebut merupakan inisiatif resmi dari pihak pemda sebagai bentuk penghormatan atas rekam jejak pembangunan era Jokowi di Solo.

Kendati demikian, pihaknya enggan merinci lebih jauh mengenai pos anggaran yang digunakan untuk mendanai pengadaan alat peraga tersebut.

Isu ini kian menggelinding panas di ranah politik mengingat Wali Kota Solo saat ini merupakan kader dari Gerindra.

Baca juga: Euforia Piala Dunia 2026 di Balikpapan, Warung Bakso Solo dan Mie Ayam Ini Disulap Bak Stadion Mini

Perbedaan perlakuan terhadap figur pemimpin nasional ini memicu spekulasi terkait arah manuver politik di tingkat daerah.

Hingga saat ini, polemik pemanfaatan fasilitas reklame pemda masih menjadi pembahasan hangat di lingkungan DPRD Solo.

Evaluasi menyeluruh terhadap efisiensi anggaran dan peruntukan fasilitas publik kini tengah didesak oleh sejumlah pihak.

"Ya ini bentuk apresiasi, kita ingat pemerintahan Kota Surakarta ini perubahan dratis di era beliau. Pembangunan yang luar biasa," ungkap Respati, Senin (22/6/2026).

Baca juga: Didit Anak Presiden Prabowo Temui Jokowi Usai Ikut Kirab Suro di Solo

"Tentu ini apresiasi sekali dari Pemerintah Kota Surakarta kepada beliau, Wali Kota ke-16 dan Presiden Ke-7 Republik Indonesia. Semoga beliau terus menginspirasi bagi kami yang bertugas saat ini," imbuhnya.

Saat ditanya mengenai tidak adanya baliho serupa untuk Presiden RI Prabowo Subianto yang juga sempat berulang tahun, Respati hanya merespons singkat sembari berkelakar, "Lah ulang tahunnya beliau, gimana hehehe."

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Solo, Ardianto, menyatakan bahwa dirinya menerima laporan penayangan baliho tersebut di sedikitnya tujuh titik lokasi strategis di Solo, termasuk di Simpang Sumber, Jalan Adi Sucipto, dan Simpang Tugu Lilin Pajang.

“Semua pakai balihonya milik Pemkot Surakarta. Itu kalau analisis saya mungkin Mas Wali memberikan semacam apa ya, surprise atau apa, saya kurang begitu paham juga. Padahal ya saya juga merasa cukup, kecewa juga selaku ketua DPC,” ujar Ardianto saat ditemui di DPRD Solo, Senin (22/6/2026).

Baca juga: Rekam Jejak Ino Darsono, Wabup Pangandaran yang Resmi Gabung PSI, Usai Temui Jokowi di Solo

Ardianto mengaku menyayangkan sikap Respati yang tidak menunjukkan kepedulian serupa saat Ketua Umum Gerindra sekaligus Presiden RI Prabowo Subianto berulang tahun.

“Kenapa ketika Pak Prabowo kok tidak ada ucapan? Ini membuat saya juga agak kecewa sedikit dengan apa yang diberikan Mas Wali kepada Pak Jokowi, tetapi kenapa Pak Prabowo tidak ada? Padahal beliau juga menjadi kader Gerindra,” terangnya.

Sorotan tajam juga diarahkan pada indikasi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di balik fasilitasi ucapan ulang tahun personal tersebut.

Gerindra menegaskan akan meminta klarifikasi langsung dari jajaran wali kota.

Baca juga: 6 Pilihan Nasi Goreng di Solo Super Enak untuk Makan Malam, Ada Nasi Goreng Babat Gongso Gilingan

“Iya, menggunakan anggaran APBD, yang di mana dilakukan oleh beliau, ini perlu kita evaluasi dulu ya. Jadi tanggapan saya itu kita evaluasi dulu. Langkah yang beliau ambil kenapa tidak ke reklame swasta? Nah itu kita harus kita evaluasi dulu,” ungkap Ardianto.

Meski demikian, Ardianto memilih berprasangka baik dan enggan mengaitkan fenomena ini terlalu jauh dengan urusan polarisasi politik.

“Kalau saya unsurnya ke arah sana (manuver politik) saya belum memaknai. Cuma mungkin karena Pak Jokowi ini di Kota Solo, mungkin dia, beliaunya ini memberikan selamat kan mungkin juga karena hadir di Kota Solo. Mungkin itu aja pendapat saya,” pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.