Lionel Messi terus menulis bab baru dalam sejarah sepak bola, dan pada usia 38 tahun, ia sama sekali belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti.
Ketika Messi mencetak gol pembuka Argentina melawan Austria di Stadion Dallas, Arlington, Texas, pada hari Senin, ia menjadi pemain ketiga dalam sejarah yang berhasil mencetak gol dalam enam pertandingan Piala Dunia berturut-turut. Ia kini sejajar dengan Just Fontaine dari Prancis, yang mencapai prestasi serupa pada tahun 1958, serta Jairzinho dari Brasil, yang melakukannya pada tahun 1970. Gol yang tercipta pada menit ke-38 itu membuat stadion bergemuruh dan menulis ulang catatan rekor sepak bola dunia. Enam pertandingan beruntun Messi dengan torehan gol ini terbentang di dua edisi Piala Dunia berbeda, dimulai pada tahun 2022 dan berlanjut ke edisi 2026.
Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, Messi mencetak tujuh gol dalam tujuh pertandingan yang membawa Argentina meraih gelar juara dunia, termasuk mencetak gol di keempat babak gugur—sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Piala Dunia FIFA. Ia kemudian melanjutkan momentum tersebut ke turnamen 2026. Messi mencetak hat-trick melawan Aljazair pada laga pembuka Argentina di edisi 2026 untuk menyamai rekor sepanjang masa Miroslav Klose, sebelum memecahkannya melawan Austria pada hari Senin dengan mencetak gol ke-17 dan ke-18 di ajang Piala Dunia.
Perjalanan menuju pencapaian ini sungguh luar biasa. Beberapa hari sebelumnya, saat menghadapi Aljazair di Kansas City, Messi mencetak hat-trick pertamanya di Piala Dunia untuk menyamai rekor Klose yang berjumlah 16 gol, sekaligus menegaskan statusnya sebagai pencetak gol terbanyak dalam sejarah turnamen tersebut. Malam itu di Kansas City juga menandai penampilan internasionalnya yang ke-200, tepat 20 tahun sejak debutnya di Piala Dunia melawan Serbia dan Montenegro pada tahun 2006.
Angka-angka yang mengiringi Messi di Piala Dunia 2026 sungguh menakjubkan. Ia menjadi pemain pertama yang tampil di enam edisi Piala Dunia berbeda, telah mencetak gol ke gawang 11 negara berbeda—lebih banyak dibandingkan pemain mana pun dalam sejarah turnamen—serta memegang rekor sebagai pencetak gol termuda dan kini juga tertua untuk Argentina di ajang Piala Dunia.
Fontaine mencetak seluruh sembilan golnya hanya dalam satu turnamen pada tahun 1958. Jairzinho mencetak gol di setiap pertandingan ketika Brasil menjuarai Piala Dunia 1970. Kini, Messi bergabung dengan mereka, tetapi dengan rentang waktu enam edisi Piala Dunia yang membentang selama dua dekade penuh sepak bola.